(62) 812 245 6452

0 item(s) - Rp 0
  • Kepada Seniman Universal

Kumpulan Esai Sastra A.S. Dharta  


Editor: Budi Setiyono

Peneliti:
Amat
Imam Shofwan
Iratasty Sidharta
Ratih Purwasih
Trully Hitosoro

Desain sampul: Dhany A.

 

LAHIR lahir di Cibeber, Cianjur, pada 7 Maret 1924. Nama sebenarnya Endang Rodji. Klara Akustia hanyalah satu nama pena, yang biasa dipakai dalam sajak-sajaknya, selain juga Adi Sidharta, A.S. Dharta, Kelana Asmara, Rodji, Jogaswara, dan Barmara Putra.

 

Di masa revolusi, dia bergabung dengan Angkatan Pemuda Indonesia (API). Ia pernah menjadi wartawan Harian Boeroeh di Yogya, dan memimpin serikat buruh: Serikat Buruh Kendaraan Bermotor, Serikat Buruh Batik, Serikat Buruh Pelabuhan, termasuk di lembaga induknya, Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI). Lalu dimatangkan lewat International Union of Students, World Federation of Democratic Youth, dan World Federation of Trade Unions, yang membuatnya memahami dampak buruk kolonialisme dan imperialisme.

 

Di bidang kebudayaan, ia ikut mendirikan PEN Club-Indonesia, Masjarakat Seni Djakarta Raja, dan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Ia adalah sekretaris jenderal (sekjen) pertama Lekra dan juga redaktur Zaman Baru, penerbitan resmi Lekra. Ia juga pernah menjadi anggota Konstituante dari calon-tak-berpartai lewat Partai Komunis Indonesia dan terlibat dalam Komite Perdamaian untuk menyukseskan Konferensi Asia-Afrika. Pada 1962, bersama Hendra Gunawan, mendirikan Universitas Kesenian Rakyat di Bandung.

 

Mulai menulis sajak sejak zaman Jepang. Sajak-sajaknya antara lain dimuat di majalah Gelombang Zaman, Arena, Revolusioner. Ia termasuk penulis produktif. Selain sajak, ia juga menulis cerita pendek, catatan perjalanan, esai, kritik sastra, naskah drama di sejumlah halaman kebudayaan. Namanya makin dikenal sejak esainya “Angkatan 45 Sudah Mampus” menggemparkan kesusastraan Indonesia dan menimbulkan polemik di antara sastrawan Indonesia.

 

Sajak-sajaknya diterbitkan dalam Rangsang Detik. Selebihnya masuk dalam antologi puisi bersama sastrawan lainnya. Termasuk dalam buku Kantjutkundang, disusun oleh Ajip Rosidi dan Rusman Setiasumarga yang terbit pada 1963, untuk sajak-sajaknya yang berbahasa Sunda. Ada juga naskah drama Saidjah dan Adinda, adaptasi dari novel Multatuli Max Havelaar terjemahan Bakri Siregar, dan cerita bersambung Tirtonadi Mengaku. Bukunya, Keringat (novel), yang belum selesai, dihancurkan tentara Jepang. Kerja terakhirnya adalah Kamus Bahasa Sunda-Indonesia, yang menyisakan enam abjad terakhir.

 

Ia masuk penjara di Kebonwaru, Bandung, hingga tahun 1978. Ia meninggal dunia pada 7 Februari 2007.*

Write a review

Please login or register to review

Kepada Seniman Universal

  • Brand: Ultimus
  • Product Code: ULT043
  • Availability: Tersedia
  • Rp 75,000


Related Products

Aku Hadir di Hari Ini

Aku Hadir di Hari Ini

Kumpulan Puisi Hr. Bandaharo.   Editor: Putu Oka..

Rp 35,000

Pelita Keajaiban Dunia

Pelita Keajaiban Dunia

Kumpulan Puisi Nurdiana Jilid 2.   Editor: R. Mi..

Rp 30,000

Gelora Api 26

Gelora Api 26

kumpulan cerpen dan puisi.   Editor: Chalik Hami..

Rp 25,000

Nyanyian dalam Kelam

Nyanyian dalam Kelam

Kumpulan Puisi.   Editor: Putu Oka Sukanta, Bilv..

Rp 20,000

Puisi-Puisi dari Penjara

Puisi-Puisi dari Penjara

Editor: Putu Oka Sukanta, Bilven. Pengantar: Asep ..

Rp 30,000

Cerita untuk Nancy

Cerita untuk Nancy

sepilihan puisi.   Editor: Heri Latief, Bilven. ..

Rp 33,000

Jelita Senandung Hidup

Jelita Senandung Hidup

Kumpulan Puisi Nurdiana Jilid 1.   Pengantar: As..

Rp 30,000

Mawar Merah

Mawar Merah

kumpulan puisi.   Pengantar: Asahan Aidit, M.A.,..

Rp 28,000

Asep Sambodja Menulis

Asep Sambodja Menulis

Tentang Sastra Indonesia dan Pengarang-Pengarang L..

Rp 95,000

Menoleh Silam Melirik Esok

Menoleh Silam Melirik Esok

Kumpulan Tulisan JJ. Kusni Editor: Bilven   Desai..

Rp 40,000

Tags: Lekra, sastra, kiri, PKI, A.S.Dharta, esai, komunis