(62) 812 245 6452

0 item(s) - Rp 0
  • G30S dan Kejahatan Negara

Penyunting: Siauw Tiong Djin    
Desain sampul: Herry Sutresna

 

Sejak tanggal 2 Oktober 1965, Jenderal Soeharto dengan dalih menumpas G30S, melaksanakan kejahatan negara yang mungkin terburuk setelah Perang Dunia II. Penghancuran yang dilaksanakan oleh penguasa militer secara sistematik terhadap PKI, organisasi yang resmi dan merupakan salah satu pilar kebijakan politik negara yaitu Nasakom sebelum 30 September 1965.

 

Penghancuran ini melibatkan pengejaran, penangkapan, dan pembunuhan massal. Lebih dari sejuta orang yang dianggap menganut paham komunisme dibunuh secara kejam. Sekitar 500 ribu orang ditahan. Puluhan ribu di antaranya ditahan belasan tahun tanpa proses hukum. Sebelas ribu di antaranya dibuang ke Pulau Buru.

 

Di samping itu, jutaan orang yang dianggap berhaluan politik kiri mengalami persekusi yang resmi dilaksanakan oleh negara belasan tahun. Dipecat dari pekerjaan, tidak bisa memperoleh pekerjaan lain, diusir dari tempat kediaman, anak-anak mereka tidak bisa memperoleh pendidikan yang baik. Mereka didiskriminasi dan diasingkan dari masyarakat dan hidup sebagai elemen yang membahayakan masyarakat.

 

Siauw Giok Tjhan memimpin Baperki melawan rasisme dan mencanangkan konsep integrasi wajar. Ia mengajak komunitas Tionghoa untuk menerima Indonesia sebagai tanah air dan menjadi patriot Indonesia tanpa menanggalkan latar belakang etnisitas. Harapannya adalah komunitas Tionghoa diterima sebagai salah satu suku Indonesia.
Menjelang akhir zaman demokrasi terpimpin (1959—1965), polarisasi politik di Indonesia kian meruncing. Kelompok berhaluan kiri dipimpin oleh PKI. Kelompok berhaluan kanan dipimpin oleh Angkatan Darat. Presiden Soekarno cenderung mendukung kelompok kiri.

 

Siauw dan Baperki bersikap mendukung Soekarno. Karena Soekarno cenderung berhaluan kiri, dengan sendirinya Siauw membawa Baperki ke perahu Soekarno yang bertentangan dengan partai-partai politik berhaluan kanan dan Angkatan Darat.

 

Pengejaran, penangkapan, dan pembunuhan yang dilaksanakan oleh Soeharto turut menghancurkan Baperki dan banyak anggotanya di berbagai daerah menjadi korban. Siauw Giok Tjhan mendorong pimpinan Baperki untuk tidak melarikan diri dan melindungi para anggotanya. Mereka berupaya sekuat tenaga membersihkan nama Baperki dari semua tuduhan penguasa militer.

 

Pada tanggal 15 Oktober 1965 kampus Universitas Respublica di Jakarta diserbu dan dibakar oleh massa yang didukung oleh militer. Pada tanggal 4 November, Siauw Giok Tjhan ditahan dengan dalih “diamankan” dari masyarakat. Pada bulan Maret 1966, ia dipecat “dengan hormat” dari DPR, MPRS, dan DPA.

 

Sejak November 1965 hingga Agustus 1978, Siauw Giok Tjhan tercatat sebagai seorang tahanan politik (tapol). Ia resmi di-”bebaskan” dengan predikat “ET”—eks-tapol pada tahun 1978.

 

Ia ditahan di berbagai penjara di Jakarta. Dimulai dengan penahanan sementara di Lapangan Banteng dan kompleks Unra (Universitas Rakyat) dari November 1965 hingga Juli 1966. Di penjara Salemba dari Juli 1966 hingga November 1969. Di tahanan Satgas, November 1969 hingga Februari 1970. Di penjara RTM (Rumah Tahanan Militer), Februari 1970 hingga Desember 1972. Di penjara Nirbaya, Desember 1972 hingga November 1973. Di penjara Salemba, November 1973 hingga Oktober 1975. Tahanan rumah, Oktober 1975 hingga Agustus 1978.

 

Di berbagai tahanan inilah ia bertemu dan berdiskusi dengan banyak tokoh politik dan militer yang langsung dan tidak langsung terlibat dalam Peristiwa G30S. Ia berdiskusi dengan banyak orang dari berbagai lapisan, sipil maupun militer. Dari tokoh-tokoh utama seperti KSAU Omar Dhani, KSAD Pranoto, Menteri Setiadi, Menteri Sumarno dan Menteri Oei Tjoe Tat, Kolonel Latief hingga para tentara yang ikut dalam operasi penculikan para jenderal pada tanggal 1 Oktober 1965. Ia juga berkesempatan berdiskusi dengan para tokoh yang memimpin operasi Blitar Selatan, di antaranya Munir dan Ruslan.

 

Diskusi-diskusi dengan para pelaku sejarah dari berbagai tingkat dan aliran ini mendorongnya menulis beberapa catatan berbentuk analisa tentang G30S, kesalahan dan kecerobohan yang dilakukan oleh pimpinan PKI, setelah ia keluar dari penjara.

 

Ketika ia diizinkan oleh Adam Malik, pada waktu itu wakil presiden, untuk berobat ke Negeri Belanda pada tahun 1978, ia pun sering berbicara dengan para teman dan mahasiswa di Eropa. Sebagian dari pembicaraan-pembicaraan ini direkam.

 

Catatan-catatan Siauw sebenarnya disebar secara terbatas di antara para temannya pada tahun 1978. Jadi, sebelum banyak tulisan tentang G30S terbit.

 

Siauw Giok Tjhan menyimpulkan bahwa PKI secara organisasi tidak terlibat dalam G30S. Dan dari berbagai kenyataan yang ia amati, Soeharto memainkan peranan penting dalam peristiwa yang kemudian menjadi dasar dari kejahatan negara yang dilaksanakan secara sistematik belasan tahun.

 

Buku ini merupakan gabungan semua catatan, tulisan dan rekaman Siauw Giok Tjhan tentang Peristiwa G30S, peristiwa yang terjadi 50 tahun yang lalu, yang secara drastis mengubah struktur politik Indonesia dan membuahkan penderitaan jutaan orang yang tidak bersalah di Indonesia. Dan kesemuanya ini dilakukan oleh negara yang dipimpin oleh Jenderal Soeharto.

 

Diharap buku ini, bersama banyaknya publikasi lain tentang G30S, mempertinggi kemampuan para sejarawan dan generasi muda untuk secara objektif mempelajari dan menganalisa G30S. Dan yang lebih penting lagi, diharap buku ini mendorong generasi di kemudian hari untuk berjuang menjamin tidak terulangnya kejahatan negara seperti yang dilakukan oleh Soeharto.

Kualitas Buku
Sampul buku Softcover, Doft
Bahan kertas HVS 70gr

Write a review

Please login or register to review

G30S dan Kejahatan Negara

  • Brand: Ultimus
  • Product Code: ULT079
  • Availability: Tersedia
  • Rp 65,000


Related Products

Gelas-Gelas Retak

Gelas-Gelas Retak

Trilogi Catatan Harian Aktivis PNI & Tragedi 1..

Rp 65,000

Akar dan Dalang

Akar dan Dalang

Pembantaian Manusia Tak Berdosa dan Penggulingan B..

Rp 65,000

Mengenang Gubuk Reyot

Mengenang Gubuk Reyot

dan cerita-cerita lainnya.   Editor: Bilven. Des..

Rp 35,000

Banten Seabad Setelah Multatuli

Banten Seabad Setelah Multatuli

Catatan Seorang Tapol 12 Tahun dalam Tahanan, Kerj..

Rp 50,000

Keluarga Abangan

Keluarga Abangan

(memoar).   Pengantar: Stanley Adi Prasetyo. Edi..

Rp 40,000

Wounded Longing

Wounded Longing

short story collection.   Translator:Dr. Keith ..

Rp 25,000

Aku Hadir di Hari Ini

Aku Hadir di Hari Ini

Kumpulan Puisi Hr. Bandaharo.   Editor: Putu Oka..

Rp 35,000

Pelita Keajaiban Dunia

Pelita Keajaiban Dunia

Kumpulan Puisi Nurdiana Jilid 2.   Editor: R. Mi..

Rp 30,000

Gelora Api 26

Gelora Api 26

kumpulan cerpen dan puisi.   Editor: Chalik Hami..

Rp 25,000

Nyanyian dalam Kelam

Nyanyian dalam Kelam

Kumpulan Puisi.   Editor: Putu Oka Sukanta, Bilv..

Rp 20,000

Puisi-Puisi dari Penjara

Puisi-Puisi dari Penjara

Editor: Putu Oka Sukanta, Bilven. Pengantar: Asep ..

Rp 30,000

Kisah Perjalanan

Kisah Perjalanan

Editor: Bilven. Desain sampul: Ucok (TYP:O Graphic..

Rp 50,000

Di Pengasingan

Di Pengasingan

sebuah kumpulan cerita pendek.   Pengantar: M.A...

Rp 35,000

Cerita untuk Nancy

Cerita untuk Nancy

sepilihan puisi.   Editor: Heri Latief, Bilven. ..

Rp 33,000

Jelita Senandung Hidup

Jelita Senandung Hidup

Kumpulan Puisi Nurdiana Jilid 1.   Pengantar: As..

Rp 30,000

Mawar Merah

Mawar Merah

kumpulan puisi.   Pengantar: Asahan Aidit, M.A.,..

Rp 28,000

Tanah Merah yang Merah

Tanah Merah yang Merah

sebuah catatan sejarah.    Pengantar: Takashi Sh..

Rp 45,000

Riau Berdarah

Riau Berdarah

(Kisah Perjalanan Hidupku).   Editor: Soemargo ..

Rp 45,000

Hidup Bagaikan Mengalirnya Sungai

Hidup Bagaikan Mengalirnya Sungai

Wanita dalam perjuangan anti-kolonial Malaya.    ..

Rp 50,000

Bulembangbu

Bulembangbu

Kisah Pahit Seorang Tahanan G.30.S    [kondisi:..

Rp 45,000

Aku dalam Pusaran Sejarah Negeriku

Aku dalam Pusaran Sejarah Negeriku

Proklamasi Kemerdekaan sampai G30S 1965  Editor: S..

Rp 65,000

Potret Diri dan Keluarga

Potret Diri dan Keluarga

Penyunting: Harsutejo. Bank naskah: Nurul Utami. D..

Rp 45,000

Angin Burangrang

Angin Burangrang

sajak-sajak petani tua   Editor: Bilven.  Gambar..

Rp 22,000

Perjalanan Jauh

Perjalanan Jauh

Kisah Kehidupan Sepasang Pejuang Redaksi: Kadri Ch..

Rp 110,000

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia

Pengantar: Jakob Sumardjo   Editor: Bilven   Desai..

Rp 70,000

Siswoyo dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri

Siswoyo dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri

Memoar Anggota Sekretariat CC PKI    Editor: Bilve..

Rp 65,000

Pikir Itu Pelita Hati

Pikir Itu Pelita Hati

Ilmu Berpikir Mengubah Dunia: dari Marxisme sampai..

Rp 110,000

Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula

Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula

Diterbitkan secara kolektif oleh Ultimus, Komunita..

Rp 200,000

Tiongkok yang Kukenal

Tiongkok yang Kukenal

Kronik sekitar usaha mengenal dan memahami Tiongko..

Rp 65,000

Kidung untuk Korban

Kidung untuk Korban

Kidung untuk Korban | Dari Tutur Sepuluh Narasumbe..

Rp 50,000

Kisah-Kisah dari Tanah Merah

Kisah-Kisah dari Tanah Merah

Kisah-Kisah dari Tanah Merah | cerita digul cerita..

Rp 60,000

Derita Sepahit Empedu

Derita Sepahit Empedu

Kehidupan Eks-Tapol 65 di Alam Minangkabau   Pen..

Rp 55,000

Zhou Enlai

Zhou Enlai

Zhou Enlai, potret seorang intelektual revolusione..

Rp 204,000

Bung Karno: Bapakku, Guruku, Sahabatku, Pemimpinku

Bung Karno: Bapakku, Guruku, Sahabatku, Pemimpinku

Bung Karno: Bapakku, Guruku, Sahabatku, Pemimpinku..

Rp 538,000

Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki dalam Sejarah Indonesia

Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki dalam Sejarah Indonesia

Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki dalam Seja..

Rp 35,000

Siauw Giok Tjhan dalam Pembangunan Nasion Indonesia

Siauw Giok Tjhan dalam Pembangunan Nasion Indonesia

Siauw Giok Tjhan dalam Pembangunan Nasion Indonesi..

Rp 85,000

Renungan Seorang Patriot Indonesia

Renungan Seorang Patriot Indonesia

Renungan Seorang Patriot Indonesia [kondisi: 99%]..

Rp 95,000

Siauw Giok Tjhan Orang Indonesia

Siauw Giok Tjhan Orang Indonesia

Buku ini merupakan kumpulan tulisan-tulisan yang d..

Rp 95,000

Pernik KAA 2015

Pernik KAA 2015

Serba-Serbi Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Af..

Rp 65,000

Jalan Sutera Abad 21

Jalan Sutera Abad 21

Demi koeksistensi damai, kerja sama dan kemakmuran..

Rp 65,000

Cahaya Mata Sang Pewaris

Cahaya Mata Sang Pewaris

Kisah Nyata Anak‐Cucu Korban Tragedi ‘65    Edit..

Rp 70,000

Final Report IPT 1965

Final Report IPT 1965

Final Report of the International People's Tribuna..

Rp 75,000

Dari Beranda Tribunal

Dari Beranda Tribunal

Bunga Rampai Kisah Relawan Friends of Internation..

Rp 50,000

Singapura, Hidup Semasa Tipu Daya Sang Rezim

Singapura, Hidup Semasa Tipu Daya Sang Rezim

  Judul asli: Living in a Time of Deception by P..

Rp 95,000

Soekarno: Biografi Politik

Soekarno: Biografi Politik

Soekarno: Biografi Politik Kapitsa M.S. & Mal..

Rp 85,000

Bertahan Hidup di Pulau Buru

Bertahan Hidup di Pulau Buru

Bertahan Hidup di Pulau Buru © Mars Noersmono   ..

Rp 85,000

Ibarruri Putri Alam

Ibarruri Putri Alam

Kisah Pengembaraan IBARRURI PUTRI ALAM Anak sulu..

Rp 95,000

Saya Seorang Revolusioner

Saya Seorang Revolusioner

Saya Seorang Revolusioner Memoar Rewang © Joko W..

Rp 65,000

Tags: sejarah, kiri, komunis, PKI, Suar Suroso, Tragedi 1965, pembantaian massal, kejahatan kemanusiaan, Bung Karno, Baperki, Siauw Giok Tjhan