(62) 812 245 6452

0 item(s) - Rp 0
  • Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer

Sebuah Drama oleh Faiza Mardzoeki.

Desain sampul: Ellena Ekarahendy

 

 

“Penderitaan dan kesusahan yang ditimpakan kepada kita, tak akan mampu mengoyak jiwa-jiwa kita. Badan boleh sakit. Hati tetap menjulang tenang seperti pohon-pohon hijau di sekeliling barak. Jiwa selalu setia bernyanyi seperti deras sungai Plantungan yang mengalirkan airnya sampai ke desa-desa yang jauh, walau terjal dan berliku”

Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer mengangkat kisah pergulatan pikiran dan batin lima perempuan berumur 70-an sampai 83 tahun yang dulu pernah menjadi tahanan politik ‘65 selama lebih dari sepuluh tahun.

 

Mereka bertahan menghadapi hari-hari pada masa tuanya dan bergulat dengan kenangan kegembiraan dan kebanggaan akan masa mudanya. Dengan menggendong pengalaman pahit dan trauma akibat kekerasan seksual, mereka menanggung stigma yang ditempelkan oleh kekuasaan.

 

Ini semua menjadi tantangan seorang cucu salah satu eyang ini, baik sebagai pribadi dan keluarga maupun sebagai perempuan muda yang memikirkan realitas negerinya.

Write a review

Please login or register to review

Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer

  • Brand: Ultimus
  • Product Code: ULT082
  • Availability: 10
  • Rp 35,000


Related Products

Subversif!

Subversif!

Naskah oleh Faiza Mardzoeki. adaptasi dari An Enem..

Rp 45,000

Antologi Bengkel Penulisan Naskah Drama DKJ

Antologi Bengkel Penulisan Naskah Drama DKJ

Diterbitkan oleh: Penerbit Buku Ultimus Bandung, F..

Rp 50,000

Menengok Jagat Tari Sunda

Menengok Jagat Tari Sunda

50 Tahun Kiprah Kepenarian Indrawati Lukman dan 37..

Rp 85,000

Teater Piktografik

Teater Piktografik

Migrasi Estetik Putu Wijaya dan Metabahasa Layar..

Rp 75,000

Bertahan Hidup di Pulau Buru

Bertahan Hidup di Pulau Buru

Bertahan Hidup di Pulau Buru © Mars Noersmono   ..

Rp 85,000

Saya Seorang Revolusioner

Saya Seorang Revolusioner

Saya Seorang Revolusioner Memoar Rewang © Joko W..

Rp 65,000

Tags: drama, teater, Faiza Mardzoeki, Gerwani, Genjer-Genjer, tapol, 1965, komunis