(62) 812 245 6452

0 item(s) - Rp 0
  • Cahaya Mata Sang Pewaris

Kisah Nyata Anak‐Cucu Korban Tragedi ‘65 

 

Editor: Putu Oka Sukanta
Pengantar: Nani Nurrachman Sutojo, Okky Tirto, Bonnie Setiawan
Desain sampul: Salim M., Dudi
Ilustrasi: Ahadi Bendaya, Gde Okanta S., Emil

 

 

BUKU Cahaya Mata Sang Pewaris, kisah‐kisah kemandirian dan jati diri generasi kedua dan ketiga korban dan penyintas tragedi kemanusiaan 1965/66, adalah sebuah ruang bebas untuk mengekspresikan diri. Menyadari bahwa sebagian warga negara Republik Indonesia mengalami kesulitan menemukan wadah untuk mengekspresikan dirinya, maka Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan (LKK) membangun ruang bebas dalam berbagai macam bentuk seperti buku, film, teater, musik, dan berbagai dialog‐diskusi.


Cahaya Mata Sang Pewaris adalah buku ketiga yang disusun dan diterbitkan oleh LKK, sehubungan dengan program “Merangkum Tutur untuk Memahami Sejarah”, sebagai payung dan juga acuan langkahnya dalam berkegiatan. Sebelumnya sudah diterbitkan buku Memecah Pembisuan (2011), yang juga sudah terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Breaking The Silence (Monash University & Herb Feith Foundation Australia), dan Sulawesi Bersaksi (2013).


Menyimak inti tuturan yang dihidangkan dalam buku ini, timbul pertanyaan, apakah yang diwariskan oleh orang tua kepada anak cucunya terkait dengan tragedi kemanusiaan tahun 1965/66? Jawaban yang sangat menonjol, ternyata orang tua (biasa disebut juga korban atau penyintas) mewariskan penistaan yang dibangun oleh orde baru, sedangkan sang pewaris tidak hanya menerima warisan penistaan, tetapi juga warisan keteladanan hidup yang monumental tak tertumbangkan dari orang tua. Kisah‐kisah nyata yang diungkapkan dengan jujur dan penuh kebanggaan telah memberikan andilnya dalam proses pembelajaran tentang peradaban. Para pewaris dengan tegar, jeli, dan gesit, mengolah penderitaan dan penistaan menjadi martabat dan prestasi. Kisah-kisah mereka bagaikan panduan menuntun kita untuk menjadi menara yang memancarkan kerlap‐kerlip cahaya mata hatinya.


Para penguasa telah membuat his‐story‐nya, dan giliran kami membuat our‐my story yang dapat disejajarkan fungsi dan nilainya dalam rangka memahami sejarah perjalanan bangsa Indonesia, bahkan dunia. His‐story dan my‐story bisa menjadi dua sisi mata uang yang berbeda, tapi membangun sebuah kesatuan yang tak terpisahkan maknanya.

 

 

Daftar Isi


Membangun Ruang Bebas Berekspresi | Catatan Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan –– v
Kata Pengantar | Dr. Nani Nurrachman Sutojo –– xi
Menutur Ingatan, Merangkai Sejarah | Prolog: Okky Tirto –– xv

 

Astuti Ananta Toer | Bangkit dan Berontak dari Stigma –– 1
Awal | Meletas di Laut Lepas –– 13
Dhianita Kusuma Pertiwi | Kebanggaan Seorang Cucu –– 34
Efdi | Pancasila: Di Manakah Dikau? –– 65
Fidellia Dayatoen | Aku Tak Malu Lagi Menerima Takdirku –– 71
Gita Laras | Anak Wong Mambu –– 91
Gusti | Menaklukkan Penistaan –– 107
I Wayan Willyana | Tragedi 65 Menitipkan Senyap kepada Masa Kecilku –– 124
Ieda Fitriani | Mewariskan Ingatan –– 136
IGP Wiranegara | Meniti Jalan Hidup Berliku –– 147
Karina Arifin | Tentang Bapak –– 173
Konrad Penlaana, Pdt. | Dengan Kasih Menjadi Pengayom –– 183
Mado | Papi Masih Sering Hadir dalam Mimpi-Mimpi Saya –– 194
Nasti Rukmawati | Langkah Hidupku Tak Membuat Tangis –– 220
Ni Wayan Sinten Astiti | Membangun di Atas Reruntuhan –– 247
Nurhasanah | Spirit Rani Jihu Memacuku –– 262
Phoa Bing Hauw | Menyikapi Masalah Membangun Jati Diri –– 270
Putranda | Menghilangkan Nama di Pohon Keluarga –– 283
Siauw Tiong Djin | Makna Mencintai Indonesia sebagai Tanah Air –– 292
Soe Tjen Marching | Menyeberangi Danau Rahasia –– 316
Sono | Bisikan Pulau Buru –– 331
Syafrina Alam Sitompoel | Membangun Bahagia Melawan Stigma –– 339
Tuti Martoyo | Mari Menyanyi Mari Bergembira –– 350
Uchikowati | Di Antara Stigma dan Harapan –– 370
Wangi Indria | Bapak Segalanya Untukku –– 388


Kapankah Peradaban dan Kemanusiaan Akan Dikembalikan? | Epilog: Bonnie Setiawan –– 411

Kualitas Buku
Sampul buku Softcover, Doft
Bahan kertas HVS 70gr

Write a review

Please login or register to review

Cahaya Mata Sang Pewaris

  • Brand: Ultimus
  • Product Code: ULT086
  • Availability: 10
  • Rp 70,000


Related Products

Gelas-Gelas Retak

Gelas-Gelas Retak

Trilogi Catatan Harian Aktivis PNI & Tragedi 1..

Rp 65,000

Akar dan Dalang

Akar dan Dalang

Pembantaian Manusia Tak Berdosa dan Penggulingan B..

Rp 65,000

Banten Seabad Setelah Multatuli

Banten Seabad Setelah Multatuli

Catatan Seorang Tapol 12 Tahun dalam Tahanan, Kerj..

Rp 50,000

Keluarga Abangan

Keluarga Abangan

(memoar).   Pengantar: Stanley Adi Prasetyo. Edi..

Rp 40,000

Kisah Perjalanan

Kisah Perjalanan

Editor: Bilven. Desain sampul: Ucok (TYP:O Graphic..

Rp 50,000

Riau Berdarah

Riau Berdarah

(Kisah Perjalanan Hidupku).   Editor: Soemargo ..

Rp 45,000

Potret Diri dan Keluarga

Potret Diri dan Keluarga

Penyunting: Harsutejo. Bank naskah: Nurul Utami. D..

Rp 45,000

Perjalanan Jauh

Perjalanan Jauh

Kisah Kehidupan Sepasang Pejuang Redaksi: Kadri Ch..

Rp 110,000

Siswoyo dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri

Siswoyo dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri

Memoar Anggota Sekretariat CC PKI    Editor: Bilve..

Rp 65,000

G30S dan Kejahatan Negara

G30S dan Kejahatan Negara

Penyunting: Siauw Tiong Djin     Desain sampul: He..

Rp 65,000

Kisah-Kisah dari Tanah Merah

Kisah-Kisah dari Tanah Merah

Kisah-Kisah dari Tanah Merah | cerita digul cerita..

Rp 60,000

Derita Sepahit Empedu

Derita Sepahit Empedu

Kehidupan Eks-Tapol 65 di Alam Minangkabau   Pen..

Rp 55,000

Final Report IPT 1965

Final Report IPT 1965

Final Report of the International People's Tribuna..

Rp 75,000

Dari Beranda Tribunal

Dari Beranda Tribunal

Bunga Rampai Kisah Relawan Friends of Internation..

Rp 50,000

Bertahan Hidup di Pulau Buru

Bertahan Hidup di Pulau Buru

Bertahan Hidup di Pulau Buru © Mars Noersmono   ..

Rp 85,000

Saya Seorang Revolusioner

Saya Seorang Revolusioner

Saya Seorang Revolusioner Memoar Rewang © Joko W..

Rp 65,000

Tags: penyintas, tragedi 1965, pembantaian massal, kejahatan kemanusiaan, tapol