(62) 812 245 6452

Info Kegiatan

 
 

MANUSKRIP Sejarah 45 Tahun PKI ditulis dari hasil penelitian Lembaga Sejarah PKI untuk menyambut peringatan ulang tahun PKI yang ke-45 pada 23 Mei 1965. PKI didirikan sebagai hasil Kongres VII ISDV pada tanggal 23 Mei 1920 di Semarang.

Dalam manuskrip ini secara gamblang diuraikan arah dan tujuan perjuangan PKI sejak awal, bahkan masih dalam kandungan ISDV yang diwakili oleh Ir. H. Sneevliet, untuk mencapai Indonesia merdeka yang sosialis.

Arah tujuan yang diperjuangkan PKI ini memberikan pengaruh yang besar bagi perjuangan rakyat Indonesia. Walaupun mendapat rintangan, reaksi yang besar dan korban yang terbesar, menurut Bung Karno, Presiden RI yang pertama, tak menyurutkan semangat perjuangan bagi orang komunis dan rakyat untuk memperjuangkan arah tujuan yang benar dan adil. Karena itu, arah tujuan PKI selalu memberi pengaruh dan dukungan rakyat luas walaupun reaksi dari pemerintah kolonial Belanda, pemerintah pendudukan fasis Jepang, dan Peristiwa 1948 dan 1965 yang diarsiteki AS dengan kaki-tangannya dari sementara tokoh Indonesia, Drs. Moh. Hatta dan Jenderal Soeharto.

Manuskrip telah memaparkan bukti sejarah yang tak terbantah dari peran PKI dalam perjuangan kemerdekaan nasional Indonesia yang ditakuti, tidak dikehendaki, oleh kaum kolonialis imperalis waktu itu. Kaum kolonialis, imperalis, dan pengikut setianya, dengan segala cara mengingkari peran PKI dan berusaha sekuat tenaga menindasnya. Namun, perjuangan yang benar, adil, pasti akan terus didukung massa rakyat dari berbagai generasi berikutnya, sampai mencapai kemenangan walaupun masih memakan waktu tertentu sampai pada akhirnya kekuasaan dari kelas yang berkuasa sudah tidak mampu menjalankan kekuasaan dan rakyat sudah sadar, bangkit menggantikan kekuasaan dengan tatanan, sistem baru, sesuai dengan tuntutan zamannya.

Zaman baru dan tatanan baru yang adil dan benar untuk Indonesia yang makmur sejahtera, pasti akan datang, karena rakyat, kaum buruh [proletar] dan semua rakyat pekerja, kaum tertindas, tetap akan terus berjuang. Ini hukum alam, dialektika alam, termasuk masyarakat, kehidupan manusia.

Pandangan dan metode berpikir Marxisme—Leninisme akan menuntun kelas proletar, rakyat pekerja, untuk mendapat jalan dan cara baru sesuai dengan tuntutan serta premis zamannya, siapa pun tak akan dapat merintangi dan menghalangi. Kemunduran pangkal kemajuan, kegagalan pangkal keberhasilan, kekalahan pangkal kemenangan, karena rakyat ingin perubahan dan pembaruan. Inilah keniscayaan yang disajikan dalam manuskrip sebagai saksi pengalaman sejarah.

Manuskrip ini setelah selesai ditulis oleh almarhum Kawan Busjarie Latif, “hilang” ditelan Prahara 1965. Tetapi tanpa disangka ia ikut terbang mengelilingi dunia menyelamatkan diri dan akhirnya setelah empat puluh tujuh [47] tahun menjelajahi dunia, terbang melayang kembali ke tangan saya.

Karena ini adalah hasil penelitian yang dilakukan dengan jerih payah dalam waktu relatif lama dari kompilasi dokumen partai, riset kepustakaan, dan bahan kuliah Akademi Politik “Aliarcham”, saya berpikir manuskrip ini perlu diterbitkan untuk dibaca oleh banyak orang yang berminat mempelajari sejarah.

Manuskrip ini ditulis dalam keadaan PKI masih berperan aktif, dengan demikian sudah tentu penulisannya masih dipengaruhi situasi waktu itu, termasuk ejaannya. Sedangkan sekarang situasinya sudah berubah dan karena itu segala sesuatunya harus ditelaah kembali sesuai dengan premis baru ini.

Namun, pengalaman yang tertulis dalam manuskrip ini masih tetap berharga bagi penelitian dan penelaahan sejarah.

Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya pada siapa pun yang pernah ikut menyelamatkan manuskrip ini hingga sampai ke tangan saya sebagai mantan Sekretaris Lembaga Sejarah PKI.

Besar harapan saya semoga manuskrip ini berguna dan bermanfaat bagi para peminat dan peneliti yang menelaah sejarah perjuangan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan Indonesia yang penuh, demokratis, adil, makmur, dan sejahtera.

Sumaun Utomo, mantan Sekretaris Lembaga Sejarah PKI


Artikel & Tinjauan Buku