(62) 812 245 6452

Info Kegiatan

 
 

Oleh: Irfan Teguh Pribadi

Kira-kira dua bulan sebelum rangkaian Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 dimulai, dalam satu kegiatan rutin Komunitas Aleut!, yaitu Kamisan, kami membahas tentang bagaimana merespon hajatan yang digelar setahun sekali ini.

Apalagi di peringatan ke-60 tersebut, berdasarkan informasi yang beredar hendak diperingati secara semarak dan besar-besaran.

Beberapa ide digulirkan dan dibahas satu per satu. Hingga kemudian kami bersepakat untuk menyambutnya secara “besar-besaran” juga; kami akan merekam dan mendokumentasikan Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 dengan cara liputan rutin setiap hari, dengan cakupan waktu “sebelum – Hari H – setelah”, artinya kami akan meliput persiapan, puncak peringatan, dan pasca kegiatan.

Kegiatan ini terutama untuk merekam respon masyarakat Bandung - yang di satu sisi tidak terlibat langsung dalam rangkaian acara para pemimpin negara, namun di sisi lain, sebagai warga kota, terlibat langsung dengan keriuhannya.

Tim kemudian dibentuk. Ada yang bertugas meliput dan menulis, juga ada yang menjadi admin(istrator) media sosial untuk memublikasikan hasil liputan. Para peliput yang berada di lapangan dibedakan menjadi dua; pertama, yang memiliki kartu pers yang dikeluarkan oleh panitia lokal Bandung, dan kedua, yang tidak memiliki kartu pers. Karena kuota terbatas, maka kartu pers itu hanya dimiliki oleh enam orang dengan akses liputan yang cukup leluasa.

Namun demikian, karena kartu pers ini dikeluarkan oleh panitia lokal Bandung, maka ketika puncak peringatan yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia dan beberapa pemimpin negara peserta, kartu pers ini tidak bisa digunakan untuk meliput area ring 1 dan ring 2.

Meski agak kecewa, namun kami maklum dan sadar, bahwa kami hanya peliput dari komunitas dan bukan wartawan yang bernaung di bawah perusahaan media. Selain itu, dari awal liputan ini tidak ditujukan untuk merekam para pemimpin negara atau rangkaian kegiatan utama yang Komunitas Aleut! – Pernik Konferensi Asia-Afrika 2015 tentunya sudah akan jadi bahan liputan media-media formal, maka secara keseluruhan kegiatan kami tidak terganggu.

Dua minggu sebelum rangkaian acara digelar, kami telah bergerak melakukan liputan ke beberapa tempat di sekitar lokasi Peringatan Konferensi Asia Afrika di Bandung; merekam suasana persiapan, berbincang dengan warga, mewawancarai pedagang kaki lima yang “tergusur”, juga mencatat kisah-kisah dari para pelaku sejarah yang mengalami Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

Semua hasil liputan di lapangan sesegera mungkin dikirimkan oleh masing-masing peliput melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. untuk selanjutnya akan diperiksa oleh seorang rekan lain, kemudian dipublikasikan di blog komunitasaleut.com dalam tiga waktu tayang setiap harinya; pagi, sore, dan malam. Dalam masa kerja sekitar tiga minggu itu, kami menghasilkan sekitar 60 tulisan yang seluruhnya sudah diunggah ke website Komunitas Aleut! tersebut.

Ketika puncak peringatan berlangsung, kami menyebar di berbagai lokasi untuk merekam denyut peristiwa, di antaranya di daerah Jl. Lengkong Kecil, Jl. Dalem Kaum, JL. Asia Afrika dengan batas sampai perempatan Hotel Grand Preanger, Jl. Braga, Jl. Naripan, Jl. Lembong, Jl. Veteran, Gang Afandi, Kampung Cibantar, Jl. Sudirman, dll.

Dari kerja liputan seperti itulah kami menghasilkan beberapa tulisan, yang kemudian dihimpun di buku ini. Dalam semua tulisan yang dipublikasikan, baik di blog maupun di buku ini, kami selalu memosisikan diri sebagai amatir, artinya, meskipun tulisan didukung oleh data di lapangan ataupun daftar referensi, namun kami tak hendak melangkah keluar dari positioning komunitas, yaitu sebagai “komunitas belajar”.

Untuk keperluan penerbitan buku ini, tidak seluruh tulisan hasil liputan kami muat dengan utuh. Ada beberapa tulisan berbeda dengan topik yang sama kami gabungkan menjadi tulisan “baru” yang lebih padat. Selain penggabungan beberapa tulisan, kami juga menyunting Komunitas Aleut! – Pernik Konferensi Asia-Afrika 2015 ulang seluruh tulisan yang ada, disesuaikan dengan keperluan buku ini. Beberapa foto yang awalnya digunakan untuk blog juga kami ganti dengan foto lain yang lebih baik untuk keperluan buku ini.

Komunitas Aleut! yang dalam keseharian terbiasa dengan hal-hal yang terkait dengan sejarah Bandung, dalam hal ini sebagai “konsumen” - baik teks maupun lisan - pada Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 mencoba mengambil peran sebagai “produsen”; dari membaca dan memelajari dokumen, menjadi pembuat dokumen, dari menikmati rekaman peristiwa menjadi perekam peristiwa yang terjadi.

Kami tahu bahwa hajatan sebesar Konferensi Asia Afrika tentu banyak yang meliput dan mengabadikan, namun meskipun dengan cara amatiran, kami mencoba peluang untuk mengabadikannya dari sisi yang lain. Maka buku yang terhampar di hadapan sidang pembaca ini - lengkap dengan segala kekurangannya - kiranya adalah paduan antara keengganan luput dari peristiwa, kerja dokumentasi amatiran, dan semangat belajar yang tak hendak lindap.


*Pengembang Bidang Literasi Komunitas Aleut!