(62) 812 245 6452

Info Kegiatan

 
 

Kronologis Kejadian Pembubaran Kegiatan KKR di Gedung Sabuga, Selasa, 6 Desember 2016

 

Gambaran Umum

Pada hari Selasa, 6 Desember 2016, sedikitnya 50 simpatisan dari PAS (Pembela Ahlu Sunnah) dan DDII (Dewan Dakwah Islamiah Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa menolak penggunaan gedung Sasana Budaya Ganesa untuk KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) Natal 2016.

Aksi berlangsung sejak pukul satu siang. 

Pada saat bersamaan, panitia KKR menggelar kebaktian untuk pelajar dari wilayah Bandung. Pendeta Stephen Tong memimpin kebaktian. Acara ini berlangsung dengan pengawalan ratusan polisi yang berjaga-jaga di sekitar Sasana Budaya Ganesha. 

Pengunjuk rasa mendesak panitia membatalkan kebaktian untuk umum yang rencananya diadakan pada pukul 18:30 WIB. Mereka menggunakan dasar hukum surat keputusan bersama dua menteri tentang pendirian rumah ibadah. Sementara panitia menggelar acara menggunakan prosedur penyewaan tempat dan perizinan seperti yang sudah biasa dilakukannya.

 

Kronologis

Sekitar pukul 15.32 WIB bertempat di depan Gedung Sabuga, Jl. Tamansari Kota Bandung, telah dilakukan koordinasi antara Pdt. Dr. Stephen Tong, Sdr. Iwan (Kesbangpol Kota Bdg), dan Ipda Edy serta Ipda Kasmari (Polrestabes Bdg) untuk menyampaikan aspirasi dari massa aksi PAS agar di Gedung Sabuga tidak dilaksanakan kebaktian umat Kristen. Namun jawaban dari Pdt. Dr. Stephen Tong meminta waktu selama 45 menit untuk mengakomodasi para jemaat yang sudah terlanjur datang ke Gedung Sabuga. Selanjutnya penjelasan tersebut akan disampaikan kepada massa aksi yang menunggu di luar. 

Sekitar pkl. 16.32 WIB, Bpk. Iwan (kesbangpol kota Bdg) memberikan penjelasan kepada perwakilan massa ormas Islam PAS atas penjelasan dari Pdt. Dr. Stephen Tong, namun perwakilan dari PAS akan mengonsultasikan terlebih dahulu dengan seluruh massa aksi. 

Sekitar pkl. 17.00 WIB bertempat di Jl. Tamansari, tepatnya jalan masuk menuju Gedung Sabuga, seluruh massa aksi PAS menyampaikan bahwa akan memberikan waktu sampai pkl. 18.00 WIB kepada pihak panitia KKR untuk meninggalkan Gedung Sabuga. 

Sekitar pkl. 17.30 WIB, perwakilan massa aksi dari PAS dipimpin oleh Roin memasuki Gedung Sabuga untuk menghentikan kegiatan latihan paduan suara yg dilakukan pihak panitia dan jemaat KKR. Selanjutnya kepada seluruh jemaat dan panitia KKR dipersilakan keluar Gedung Sabuga karena akan diadakan mediasi/audensi. 

Sekitar pkl. 17.45 WIB, perwakilan massa dari PAS melakukan istirahat untuk melaksanakan shalat maghrib. 

Sekitar pkl. 19.00 WIB bertempat di ruang bengkel pameran Gedung Sabuga, telah dilakukan audensi antara perwakilan PAS, yakni Roin dan Dani, dengan Pdt. Dr. Stephen Tong yang dimediasi Kapolrestabes Bandung dan Kasat Intelkam Polrestabes Bandung.

Adapun hasil dari audensi tersebut pada intinya adalah, pihak PAS memberikan waktu selama sepuluh menit kepada Pdt. Dr. Stephen Tong untuk memberikan penjelasan kepada seluruh jemaat yang sudah hadir terkait batalnya pelaksanaan ibadah KKR utk jemaat yg berusia dewasa (kebaktian kedua) karena adanya kesalahan prosedur dalam proses kelengkapan pemberitahuan kegiatan yg dilakukan pihak panitia KKR. 

Sekitar pkl. 20.00 WIB audensi selesai, selanjutnya perwakilan dari PAS kembali ke massa aksi lainnya untuk menyampaikan hasil audensi. 

Sekitar pkl. 20.05 WIB bertempat di lobi Gedung Sabuga, Pdt. Dr. Stephen Tong memberikan penjelasan kepada seluruh jemaat bahwa ada surat penolakan dari ormas Islam terhadap kegiatan KKR karena dianggap salah prosedur. 

Sekitar pukul 20.15 WIB, Kasat Intelkam Polrestabes Bandung memberikan penjelasan kepada seluruh jemaat, mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaat atas kerja samanya. Pihak Kepolisian menyatakan telah berupaya maksimal dan telah memberikan rekomendasi pelaksanaan kegiatan KKR tersebut namun karena adanya permasalahan teknis, berupa kekurangan pada kelengkapan prosedur oleh panitia. 

Sekitar pukul 20.19 WIB para jemaat KKR menyanyikan lagu Malam Kudus dan ditutup dengan doa.

Sekitar pukul 20.21 WIB, kegiatan selesai, selanjutnya seluruh jemaat KKR meninggalkan Gedung Sabuga dengan tertib dan perwakilan massa aksi dari kelompok PAS pun meninggalkan gedung sabuga.

 

Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Kota Ramah HAM

Lagi-lagi tindakan melanggar hukum dan Hak Asasi Manusia terjadi di kota “Ramah HAM” ini! Pada hari Selasa 6 Desember 2016 kemarin jemaat Kristiani yang akan melakukan ibadah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) mendapat aksi penghalang-halangan disertai ancaman dan intimidasi oleh sekelompok massa yang menamakan diri PAS (Pembela Ahlu Sunnah) dan DDII (Dewan Dakwah Islamiah Indonesia) Jawa Barat.

Kegiatan ibadah KKR yang telah dilakukan setiap tahun tersebut dilaksanakan di Gedung Sabuga ITB yang merupakan sarana umum yang berhak disewa, dimanfaatkan semua orang dan kelompok. Namun tanpa alasan dan dasar hukum yang jelas, secara sewenang-wenang PAS dan DDII menuduh kegiatan tersebut melanggar prosedur kegiatan ibadah. Dan lebih parahnya lagi aparat kepolisian dan pemerintah kota Bandung seolah tunduk dan tidak berdaya terhadap tindakan ormas tersebut. Sehingga pada akhirnya kegiatan ibadah itu harus diakhiri lebih cepat karena gangguan yang terus dilakukan pihak Ormas, mereka bahkan sampai masuk ke ruangan acara dan meminta tim paduan suara turun dari panggung. Aparat Kepolisian yang jumlahnya lebih dari seratus orang tampak tidak berdaya di hadapan ormas yang jumlahnya kurang dari lima puluh orang. Kepolisian dan Pemerintah Kota seakan-akan melakukan pembiaran terhadap tindakan melanggar hukum dan hak asasi warga untuk melakukan ibadah keagamaan.

Bahwa Negara ini telah mencapai kemerdekaannya berkat perjuangan dan pengorbanan setiap tetes darah rakyatnya yang berasal dari berbagai suku dan agama. Atas dasar itu Negara ini telah berjanji untuk melindungi semua warga yang berasal dari berbagai latar belakang tersebut. Hal ini kemudian dicantumkan dalam konstitusi Negara kita, UUD 1945, khususnya dalam perkara ini adalah pasal 29 ayat (2) yang berbunyi “ Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” Kemudian diperkuat lagi dalam UU Hak Asasi Manusia No. 39 Tahun 1999 Pasal 22 ayat (1) yang mengatakan “Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”, serta  ayat (2) “Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

UU Hak Asasi Manusia No. 39 Tahun 1999 mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia, yang harus dilindungi, dihormati, dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecerdasan serta keadilan. Namun kenyataannya jauh panggang daripada api. Aparat serta pemerintah negara ini tidak dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut dengan baik. Sehingga masih saja terjadi pelanggaran-pelanggaran dan pembiaran terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Hak Konstitusi warga.

 

Berdasarkan hal-hal di atas, kami sebagai warga Kota Bandung menyatakan sikap:

  1. Mengutuk keras tindakan penghalang-halangan yang disertai ancaman dan intimidasi yang berujung pada pembubaran kegiatan ibadah
  2. Meminta kehadiran Negara dalam menjamin kebebasan warganya menjalankan agama dan kepercayaannya.
  3. Mempertanyakan Deklarasi Bandung Kota HAM yang selalu dibanggakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil karena pada kenyataannya masih ada intimidasi dan penghalang-halangan bagi umat beragama dalam menjalankan agama dan kepercayaannya. Kejadian ini menambah catatan buruk selepas adanya pembubaran berbagai kegiatan literasi seperti Sekolah Marx di Institut Seni Budaya Indonesia, pembubaran pertunjukan monolog Tan Makaka di IFI Bandung, penghentian kegiatan pantomime di depan Gedung Merdeka, dan pembubaran Komunitas Perpustakaan Jalanan.
  4. Meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku intoleransi sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 
  5. Mempertanyakan kapabilitas dari seluruh elemen Negara serta aparat penegak hukum dalam melindungi warga negaranya tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan antargolongan.
  6. Mengajak seluruh warga kembali menegaskan bahwa kita adalah bangsa yang menjunjung Bhinneka Tunggal Ika dan seharusnya hidup berdampingan dalam rasa aman dan nyaman dalam menjalani hidup.
  7. Pembiaran sikap intoleransi mengancam demokrasi kita. Pihak legislatif harus memanggil dan meminta pertanggungjawaban dari pihak eksekutif dan penegak hukum atas pengabaian hak konstitusional dan hak asasi manusia warga Kota Bandung.

 

Bandung, 7 Desember 2016

Forum Demokrasi Bandung

 

1 Harold Aron - LBH Bandung

2 Risdo Maulitua - Jakatarub

3 Adi Marsiela - AJI Bandung

4 Bilven - Ultimus

5 Furqan - Kabar Kampus

6 Ilyas Gautama - Literaksi

7 Affan Afrian P - SMA 8

8 Muhidin M Dahlan - Penulis

9 Frans Ari Prasetyo - Peneliti

10 Junico BP Siahaan - DPR RI/TMP

11 Moch. Gumilang Dwi Bintana - Independen

12 Anggi Nur Fitri - Mahasiswa

13 Sayyid A.M. AB.

14 Rizal Fahlevi - Perpus Jalanan Bandung

15 Nita Nurdiani - Jakatarub

16 Hilmi Mubarok - Pengamat

17 Bilal Arofah - Pengamat

18 Naga Sentana - Repdem Jabar

19 Irzal Yanuardi - Repdem Kota Bandung

20 Linggo - Front Api

21 Andrenaline - Katarsis books

22 Sangdenai - Ultimus

23 Array - Mata Merah Comix

24 Rama P Dikumara - Dewantara Institute

25 Diva - SMA 8

26 Tb. Sanda R - GMNIKOM Fisip Unpas

27 Yosua Christian - GMNIKOM Fisip Unpas

28 Didi Nurcahyadi - GMNIKOM Unikom

29 Togu Hutagalung, SH, MH. - Advokat

30 C. Jelita Sandewi  - Media Mahasiswa Indonesia

31 Moh. Ariodilich, S.Ip. - DPD KNPI Bandung

32 Saud Sagala - Repdem Bandung

33 Sulton MN - Koin

34 Rafael Situmorang

35 Zaky Yamani - AJI Bandung

36 Adew Habtsa - Kuil Gemintang

37 Willy Akhdes

38 Reita Ariyanti - Warga Bandung

39 Wins - Kabar Kampus

40 Daladri - Rakapare

41 Chit’Jna (Ary) - Mhs Hindu Bandung

42 Ari Syahril Ramadhan - AJI Bandung

43 Ign. Sonny Hermawan - Jakatarub

44 Mentari Alpha - Jakatarub

45 Dhini Yulietta Sari

46 Wawan Sofwan - mainteater

47 Wanggi Hoed - Kamisan Bandung

48 Nurul Hidayat

49 Dunan Simatupang

50 Tengku R

51 Eko S GBT

52 Syahrul Fauzul

53 Mey - GP Ansor Bandung

54 Raudika Lestari - Warga Bandung/UPI/Aksara Salaman ITB

55 Marjinal

56 Gusjur Mahesa - TTM

57 Engenius William  - Jakatarub

58 Rahadyan Shalat

59 Ilham Miftahuddin - buruan.co

60 Dedi Sahara - metaruang.co

61 Urabau - Bandungers

62 Maman

63 Matdon - MSB

64 Hanief Mochammad - Komunitas Ged. Indonesia Menggugat

65 Ratna M Rochiman - MSB

66 Johansen H Manalu - Perpustakaan Apresiasi

67 Wisnu Tri - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

68 Irfan Pradana - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

69 Hirson Kharisma - LBH Bandung

70 Asep Nurrohman  - Perpustakaan Jalanan Bandung

71 Riefqi Zulfikar

72 Prima Hidayat - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

73 Sinatrian Raharjo - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

74 Barra  - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

75 Hadi Kusmana

76 Ryan R. Sutiah

77 Ridwan Hutagalung - mooibandoeng

78 An Nisaa Yovani

79 Fajar Kelana

80 Eri Mulyadi

81 Mohamad Chandra Irfan - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

82 Agung Eko Sutrisno - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

83 Septina Feriati - Aksara Salman ITB

84 Shanti Nidaaul Khair - Isola

85 Theo Cosner - PP GMKI

86 Muhniza Siagian - Unpad

87 Fauzan - Kabar Kampus

88 Rahmat Jabaril - GBT

89 Feru Jaya Wardani - SBI

90 Yogi Imamuddin - KoPI

91 Asri Vidya Dewi

92 Pdt. Paulus  - PGIW Jabar

93 Wisnu Primason - Cikuda Papers

94 Fareza Havid S - FIM

95 Heri Pramono - Mahasiswa

96 Harry S Waluyo - Mahasiswa

97 Satria Aldithia - Mahasiswa

98 Hawe Setiawan - Dosen

99 Zulfanasir - Seniman

100 Rifki F Ramdhani

101 Untung Wardoyo

102 Ataur Razaq - Mahasiswa

103 Rohman Ichwani - Mahasiswa

104 Arief Rahman H - Media Mahasiswa Indonesia

105 M Hilmy Fadiansyah - Mahasiswa

106 Romario F - Mahasiswa

107 Sustira Dirga - Mahasiswa

108 Bambang - Mahasiswa

109 Noer Listanto - Buruh

110 A Mufid Sururi

111 Irwan Jamal

112 Muhammad Andy - LPM Jumpa

113 M. Apinto Harahap - Mahasiswa

114 Aldian Primanda

115 M. Sahid Kholki

116 Bilal Adhi M - Komune

117 Nungky - Unisba

118 Nurdin Kate - Rumah Cemara

119 Gun-Gun Gunawan

120 Jimmy - Rumah Cemara

121 Sundava - Rumah Cemara

122 Alexander - Rumah Cemara

123 Ratrin - Rumah Cemara

124 Jeffrey Samosir - FLAPS

125 Aron Shan Bellamy - SAPMA Bandung

126 Dede Ilham S - Unpas

127 Joko Pamungkas

128 Anzharry M  - LiterAksi

129 Devita - Telkom

130 Wangga - Telkom

131 M. Ghifari Putra - Lhibukan Arab (Bukan)

132 Anthony Adam N  - Lhibukan Arab (Bukan)

133 Gigih  - Rakapare

134 Gillbert Danovan  - SAPMA Kota Bandung

135 Andre Humala Lubis - SAPMA Kota Bandung

136 Frans W Limbong - SAPMA PP Unpar

137 M Aulia Rizal - Mapala Giriwana STHB

138 Davin Singarimbun - FH Unpar

139 Dendy Fernando  - Pemuda Pancasila Bandung

140 Charles Princencius - SAPMA PP Unpar

141 Yan Ferguson Sipayung - SAPMA PP Unpar

142 Ekalaya - IDEA Institute

143 Besti Rahulasmoro - independen

144 Faisal  - Serikat

145 Imam Maulana - Warga Bandung

146 Elgis Mardika - Warga Bandung

147 Dena R Prabandara - Warga Bandung

148 Rini Utari - Warga Bandung

149 Aditya Rachman - Warga Bandung

150 Iqbal Harisin - Warga Bandung

151 Muh. Arief Idris - GMNI

152 Moyann Ayu Larasati - Warga Bandung

153 Bambang Trisunu - Warga Bandung

154 Rangga Julian hadi - Warga Bandung

155 Basar Daniel JT - Fokal Info

156 Danial Indrakusuma - Pusat Perjuangan Rakyat Indonesia

157 Mokh. Sobirin - Yayasan Desantara

158 Diego Randi - Pembebasan DIY

159 Dhyta Caturani - Jakarta

160 Bayu Agni - Simponi

161 Sarinah - Pusat Perjuangan Rakyat Indonesia

162 Gofur  - Pembebasan DIY

163 Agus Wahyudi - Yogya

164 Irine Gayatri - Jakarta

165 Roy Thaniago - UK

166 Whisnu Yonar - Jakarta

167 Rizky Harahap

168 Aji Trilaksmana

169 Aya Oktaviani - Jakarta

170 Fransiskus Simbolon - Pekerja profesi

171 Damar Juniarto - Forum Demokrasi Digital/Gema Demokrasi

172 Aliansi Jurnalis Independen Indonesia

173 Aliansi Mahasiswa Papua

174 Asosiasi Pelajar Indonesia

175 Arus Pelangi

176 Belok Kiri Festival

177 Desantara

178 Federasi SEDAR

179 Federasi Mahasiswa Kerakyatan

180 Forum Solidaritas Yogyakarta Damai

181 Garda Papua

182 Gereja Komunitas Anugrah (GKA) Salemba

183 Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh

184 Gusdurian

185 Institute for Criminal Justice Reform

186 Imparsial

187 Indonesian Legal Roundtable

188 INFID

189 Institut Titian Perdamaian

190 Integritas Sumatera Barat

191 International People Tribunal ‘65

192 Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen Indonesia

193 Koalisi Seni Indonesia

194 Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia

195 KPO-PRP

196 Komunalstensil

197 Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan

198 Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi - Makassar

199 Komunitas Buruh Migran - Hongkong

200 Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia

201 Konsorsium Pembaruan Agraria

202 LBH Pers

203 LBH Pers Ambon

204 LBH Pers Padang

205 LBH Jakarta

206 LBH Bandung

207 LBH Yogya

208 LBH Semarang

209 Lembaga Informasi Perburuhan Sedane

210 Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat

211 Lembaga Studi Pers dan Pembangunan

212 Papua itu Kita

213 Partai Pembebasan Rakyat

214 Partai Rakyat Pekerja

215 PEMBEBASAN

216 Perempuan Mahardhika

217 Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia

218 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia

219 Perpustakaan Nemu Buku - Palu

220 Pergerakan Indonesia Politik Rakyat

221 Pusat Perjuangan Rakyat Indonesia

222 PULIH Area Aceh

223 PurpleCode Collective

224 Remotivi

225 RedFlag

226 Sanggar Bumi Tarung

227 Satjipto Rahardjo Institute

228 Serikat Jurnalis Untuk Keragaman

229 Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia

230 Southeast Asia Freedom of Expression Network

231 Sentral Gerakan Mahasiswa Kerakyatan

232 Sentral Gerakan Buruh Nasional

233 Sloka Institute

234 Suara Bhinneka - Medan

235 Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia

236 Serikat Buruh Bumi Manusia-Nanbu

237 solidaritas.net

238 Taman Baca Kesiman

239 Ultimus

240 Yayasan Bhinneka Nusantara

241 Yayasan Satu Keadilan

242 Yayasan Lembaga bantuan Hukum Indonesia

243 Yayasan Manikaya Kauci

244 YouthProactive

243 Uga Kumito - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

244 Raja Cahaya - LPIK UIN SGD Bandung

245 Ivan Chandra Syahrul, S.H., MH. - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

246 Alamsyah - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

247 Dewa Rendy M - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

248 Gesia Nurlita - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

249 Iman Herdiana - Kabar Kampus

250 Setiaji Purnasatmoko

251 Marcus Medlama  - Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi

252 Ahmad Yunus - AJI Bandung

253 Angga Putra

254 Hamzal Wahyudin - LBH Yogyakarta

255 Syamsul Alam Agus - Yayasan Satu Keadilan

256 Surya Anta - PPR

257 Evan Sukrianto - LBH Keadilan Sukabumi Raya

258 Santi - LBH KBR

259 Muhamad Daud Berueh - Yayasan Satu Keadilan

260 Rony Saputra - LBH Pers Padang

261 Siti Halimah - LBH KBR

262 Fatiatulo Lazira - LBH KBR

263 Arip Yogiawan - LBH Bandung

264 Isti'anah - LBH Yogyakarta

265 Amin Siahaan - JKLPK Indonesia

266 Yufik - Warga Bandung

267 Destri Zakei - LBH KJR

268 Tantowi Anwari - SEJUK

269 Emanuel Gobay - LBH Yogyakarta

270 Kurniawan Saefullah

271 Herra Pahlasari

272 Vina Kurniawan

273 Carelboby Bastian

274 Bachrul R Bagja

275 Ragil Fitriana Utami

276 Hanif Nugroho

277 Fuad Afif Herya

278 Bintang Simatupang

279 Powerman Putra Ratandung

280 Ira S. M.

281 Neng Nuraeni

282 Hervie

283 Feni

284 HRWG

285 PUSAD Paramadina

286 AMAN

287 Yayasan Perlindungan Insani

288 Konde Institute

289 Evi Mariani Jakarta

290 Benk Riyadi - SEBUMI

291 SEJUK

292 TURC

293 Jala PRT

294 Dan Satriana - KIP Jabar

295 Aminudin Siregar

296 Frino Bacrianur - AJI Bandung

297 Huyogo Simbolon - AJI Bandung

298 Arie Nugraha - AJI Bandung

299 Arie Syahrial Ramadan  - AJI Bandung

300 Tobing Jr. - Layar Kita

301 Annisa Rahmalia  - Warga Bandung

302 Fierza Fahmi Fajri - Beatboxer

303 Elan Budikusumah - Mahasiswa

304 Theoresia Rumthe

305 Tarlen Handayani

306 Hani Yulindrasari  - GMNI1954

307 Taufani C. Kurniawati - GMNI1954

308 Charis Subarcha - GMNI1954

309 Frika Rianti  - Warga Bandung Timur

310 Uda Vedder

311 Husna Rahman F

312 Cornellius Monjarez

313 Luis Lullabies

314 Cunuy

315 Sasak

316 Eheng is Back

317 Gugun

318 Pulung

319 Andika “Urab” Tazaka

320 Asep Tazaka

321 Bahrul - Militan Progresif

322 Wijaksono Zine - Zine

323 Sir William NR