E-mail
Imperium Perang Militer SwastaIslam sebagai Dasar Negara

Isi Otakku
View Full-Size Image


Isi Otakku

Price: Rp25 000
Rp18 750
You Save: 25.00%

Ask a question about this product

Isi Otakku | Kumpulan Puisi Opik    
Penulis: Opik
Penerbit Buku Ultimus dan Yayasan Sidikara        

Pengantar: Syafik Umar, Iman Soleh, Yesmil Anwar, Soni Farid Maulana    
Editor: Soni Farid Maulana    
Cetakan 1, April 2010    
xvi+92 hlm.; 14x20 cm    
978-602-8331-20-3

 

OPIK yang memiliki nama asli Taufik Hidayat dilahirkan di Bandung pada tanggal 23 Maret 1975. Opik mengenyam pendidikan dasar di SD YPAC di kota Bandung dan melanjutkannya ke sekolah lanjutan di SMP YPAC di kota Bandung juga. Di tengah keasyikannya menggeluti puisi-puisi, Opik juga selalu ingin mengembangkan jiwa seni yang ada pada dirinya dengan belajar. Selain memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan diri dalam dunia seni dan sastra, Opik juga memiliki rasa kepedulian yang tinggi pada sesama teman-temannya yang memiliki perbedaan kemampuan (different ability/difabel).

Lewat kumpulan puisinya ini, sesungguhnya Opik sedang mengembara di belantara sunyi. Dia bersenandung. Namun siapa yang mendengarnya dalam kesenyapan seperti itu. Pengembaraannya di dunia maya, kaya rupa dalam mencari makna.
(Syafik Umar, Pemimpin Umum Pikiran Rakyat)

Menaklukkan kata ternyata tidaklah mudah, Opik melakukannya dengan lugas, tidak rumit, tidak pernah jauh dari dirinya, sekitar dirinya, sekitar dirinya dan dirinya, tidak terpenjara oleh metafor juga simbol, dia berkata, itulah yang ditemukan dan kemudian dia katakan.
(Iman Soleh)

Opik adalah contoh tentang kemandirian, ia laksana inspirasi, khususnya bagi sesama difabel penyandang CP (cerebral palsy). Dalam keterbatasan motorik tubuhnya ia mengajarkan pentingnya ketelitian, konsentrasi, kesabaran, dan tanggung jawab.
(Yayasan Sidikara)

Menyimaki perjalanan karya puisi Opik dari tahun ke tahun kita terlarut dan asyik sehingga lupa bahwa puisi ini terlahir dari seorang manusia yang secara tersurat mengalami ketidaksempurnaan namun secara tersirat sangat kaya bahkan menjadi sempurna di mata saya karena Opik sangat ekspresif dalam mengungkapkan pengalaman dan perasaannya, di mana saat ini sangat sulit mendapatkan kejujuran orang lain dalam pengungkapan perasaan.
(Yesmil Anwar)

Kepekaan Opik, sebagai penderita CP ini, banyak menulis puisi dengan menggarap ulang “sampah bahasa” menjadi sesuatu yang menarik dan mengejutkan. Pertanyaannya, benarkah Opik mengalami keterbelakangan mental? Jangan-jangan secara spiritual Opik lebih kaya dari kita-kita yang hidup normal.
(Soni Farid Maulana)





Customer Reviews:

There are yet no reviews for this product.
Please log in to write a review.