Puisi-Puisi dari Penjara | kumpulan puisi Penulis: S. Anantaguna Penerbit Buku Ultimus Pengantar: Asep Sambodja, Asahan Aidit, Saut Situmorang Editor: Putu Oka Sukanta, Bilven Cetakan 1, Januari 2010 xx+152 hlm.; 14x20 cm 978-602-8331-08-1
Daftar Isi
Usai Pembantaian Massal Itu… — Pengantar Asep Sambodja — vii Puisi-Puisi dari Penjara — Komentar Singkat Asahan Aidit — xvii
Nyanyian Bumi Bukan Antri Mati (1966–1978) Suatu Malam Tahun 60-an — 3 Cinta I — 5 Cinta II — 7 Cinta III — 9 Pertanyaan Diri — 10 Kertas Rokok — 11 Sisi yang Cerah — 12 Catatan — 13 Kertas Bekas — 14 Teka-Teki di Tembok — 15 Impian — 16 Bukan Teka-Teki — 17 Interogasi — 18 Istirahat — 19 Canda Hari Pertama — 20 Puncak Malam — 21 Siapa Penjahat? — 22 Malam Bulan Purnama — 23 Seorang Buangan — 24 Suara Dinding Penjara — 25 Kisah Sepatu — 26
Arus Detik – Lagu Tanpa Nada (1967–1978) Lagu Tanpa Nada — 29 Gerimis — 30 Kepedasan Hidup — 31 Sel Cipinang Belakang — 32 Yang Masih Punya Cinta — 34 Pengertian — 36 Renungan — 37 Adegan Malam — 39 Rindu — 47 Arus Detik — 49 Bukan Misteri — 50 Yang Diburu Juga Memburu — 51 Sampai di Mana — 52 Kebisuan — 53 Catatan dalam Ingatan — 55 Tangerang — 57 Kecapi Terali Besi — 58 Kawat Berduri — 59 Malam di Barak — 60 Manusia Alam — 64 Aku – Ayam dan Hujan — 66 Gadis di Hutan — 68
Pasir-Pasir di Hati (Pulau Buru, 1974–1975) I — 71 II — 72 III — 78 IV — 83 V — 90 VI — 98 VII — 109 VIII — 113 IX — 120 X — 122 XI — 124 XII — 129 XIII — 132 XIV — 135
Politik Kanon dalam Sastra Indonesia: Beberapa Catatan — Esai Penutup Saut Situmorang — 139
Biodata Pengarang — 151
|