0 item(s) - Rp 0
  • Nunca Mas

Laporan Final Conadep: Argentina Pasca Junta Militer (1976 - 1983)

 

"Kejahatan brutal negara, yang begitu mempermalukan umat manusia akan terus membuat kita jatuh dalam keputusasaan; jika bukan karena keberanian yang ditunjukkan oleh orang-orang yang telah berlawan, bertahan dan terus berjuang menegakkan keadillan. Langkah pertama adalah dengan menguak kejahatan-kejahatan tersembunyi di balik penyangkalan pelaku dan teror yang terus menghantui para korban. Jejak praktik kejahatan tersembunyi seperti ini sudah diungkap di Afrika Selatan, Guatemala dan El Salvador. Yang lainnya mengikuti model investigasi kuat seperti Nunca Mas, dengan rekaman kelamnya atas tahun-tahun pedih kekuasaan junta militer."

 

"Para penjahat kemanusiaan bisa saja menghindar di bawah naungan kekuasaan. Namun setidaknya mereka tidak dapat lolos dari expose pengungkapan kebenaran yang sekaligus menjadi monumen bagi para korban yang telah dihilangkan. Juga sebagai penghormatan terhadap mereka yang telah mendedikasikan hidupnya untuk memastikan bahwa teror serupa tidak akan terulang kembali. Hanya sedikit tempat di muka bumi ini di mana tugas-tugas seperti ini sedemikian mendesak seperti halnya di Indonesia. Di mana keberhasilannya suatu saat, akan memberikan kontribusi yang sama penting."

Noam Chomsky

 

"Dalam terang keyakinan inilah kami sampai pada kesadaran: bahwa tidak akan pernah ada rekonsiliasi sejati sampai orang-orang yang bersalah mengakui kesalahan dan penyesalannya. Saatnya kita menegakkan keadilan berbasiskan kebenaran."

Ernesto Sabato

 

 

 

Write a review

Please login or register to review

Nunca Mas

  • Penerbit : PEC
  • Cetakan : 1, Agu 2007
  • Pengarang:
  • Halaman : xxx+492
  • Dimensi : 14.0 X 20.0 cm
  • ISBN : 978-979-16749-0-4
  • Availability: 3
  • Rp 59,000


Related Products

Laporan Akhir IPT 1965

Laporan Akhir IPT 1965

Cetakan kedua ini memuat Laporan Akhir panel hakim..

Rp 40,000

Dari Beranda Tribunal

Dari Beranda Tribunal

Cukup dengan tiga kata: bermanfaat, menyenangkan, ..

Rp 50,000

Tags: laporan, Argentina, Nunca Mas