0 item(s) - Rp 0
  • Renungan Seorang Patriot Indonesia

Siauw Giok Tjhan tercatat di dalam sejarah sebagai seorang tokoh politik yang berbobot. Keberadaannya di dalam kancah politik nasional selama berpuluh tahun, telah memungkinkan pengerahan massa peranakan Tionghoa di Indonesia, untuk menyadari bahwa penyelesaian masalah komunitas Tionghoa adalah bagian dari perjuangan mewujudkan Nasion Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

 

Lahir di Surabaya pada tanggal 23 Maret 1914, semasa hidupnya, ia gigih menuntut pemerintah dan para tokoh nasional Indonesia untuk memenuhi salah satu janji para pejuang Kemerdekaan RI, yang tercantum dalam Manifesto Politik 1 November 1945: Menjadikan semua orang Indo-Asia dan Indo-Eropa, warga negara, patriot dan demokrat Indonesia, dalam waktu sesingkat mungkin.

 

Kepositifan Siauw sebagai seorang pejuang nampak dari sepak terjangnya. Tuntutan itu dilakukan dengan teguh bersikap dan bertindak sebagi seorang patriot Indonesia.

 

Dalam perjuangan melawan diskriminasi rasial, rumusan yang diajukan pun membangun: “Memperjuangkan tercapainya kondisi yang memungkinkan komunitas Tionghoa meng-integrasikan dirinya ke dalam tubuh Bangsa Indonesia secara wajar, sehingga rasisme tidak bisa berkembang dan pada akhirnya lenyap dari bumi Indonesia.” Menentang dan bersikap anti rasisme semata-mata, menurutnya, tidak akan mencapai hasil yang diinginkan. Kepositifan inilah yang membuat Siauw berhasil mengembangkan BAPERKI (Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia) sebagai sebuah organisasi massa Tionghoa terbesar yang berpengaruh dan berperan positif dalam sejarah Indonesia.

 

Jiwa Patriot yang konsekwen itulah yang menyebabkan ia dikenal sebagai Bung Siauw di kalangan tokoh politik nasional. Siauw duduk dalam bidang legislative — KNIP, BP-KNIP, DPR, Konstituante, DPR-GR dan MPRS, mengetuai berbagai fraksi berpengaruh, dari tahun 1946 hingga ia "dipecat dengan hormat" oleh Soeharto pada tahun 1966. Ia menjadi Menteri Negara di Kabinet-Kabinet Amir Sjarifuddin. Ia juga duduk sebagai anggota DPA, Dewan Harian Angkatan 45 dan berbagai lembaga penting lainnya. Ia pun aktif dalam mengembangkan berbagai surat kabar dan majalah, baik sebagai wartawan, Pemimpin Redaksi maupun sebagai pengasuh dan pembina.

 

Akibat pendirian politik dan perjuangan yang gigih, Siauw harus berkali-kali ditahan dan meringkuk dalam penjara, baik di zaman penjajahan maupun kemerdekaan. Terakhir, selama 12 tahun, sebagai seorang tahanan politik rezim Orde Baru (1965—1978). Akan tetapi penangkapan/penahanan berungkali itu, tidak pernah berhasil mematahkan semangat dan komitmen perjuangan yang tetap tinggi hingga akhir hayatnya, 20 November 1981.

 

Buku ini adalah renungan yang ditulis setelah Siauw bebas dari penahanan belasan tahun. Penahanan yang harus dilalui tanpa proses pengadilan apa pun, dan justru terjadi di Negara yang kemerdekaannya dan pembangunannya ia perjuangkan tanpa pamrih.

 

Semoga berbagai pengalaman dan pandangan yang diajukan masih relevan dalam membangun Nasion Indonesia di masa kini, dan dapat dimanfaatkan, terutama oleh generasi penerus.

 

 

 

Write a review

Please login or register to review

Renungan Seorang Patriot Indonesia

  • Penerbit : Lembaga Kajian Sinergi Indonesia
  • Cetakan : 1, 2010
  • Pengarang: Siauw Giok Tjhan
  • Halaman : 536
  • Dimensi : 15.0 X 23.5 cm
  • ISBN : 978-602-96260-1-8
  • Availability: 10
  • Rp 95,000


Related Products

Sisters in Paradise

Sisters in Paradise

The book told the story of Simon Lee, the son of a..

Rp 46,000

Hidup Bagaikan Mengalirnya Sungai

Hidup Bagaikan Mengalirnya Sungai

Sebuah sejarah lisan disampaikan dan disusun oleh:..

Rp 50,000

Zhou Enlai

Zhou Enlai

  Kehidupan Zhou Enlai adalah sejarah Tiongkok mo..

Rp 130,000

Singapura

Singapura

Sejak Perang Dunia II berakhir, Amerika Serikat da..

Rp 95,000

G30S dan Kejahatan Negara

G30S dan Kejahatan Negara

Yang paling menarik perhatian saya dari tulisan-tu..

Rp 65,000

Masa Gelap Pancasila

Masa Gelap Pancasila

Pancasila memang masih ada, tetapi terus dan tenga..

Rp 75,000

Siauw Giok Tjhan dalam Pembangunan Nasion Indonesia

Siauw Giok Tjhan dalam Pembangunan Nasion Indonesia

Siauw Tiong Djin, penulis karya biografi ini adala..

Rp 85,000

G30S 1965, Perang Dingin & Kehancuran Nasionalisme

G30S 1965, Perang Dingin & Kehancuran Nasionalisme

Meskipun buku ini berangkat dari pengalaman hidup ..

Rp 110,000

Siauw Giok Tjhan Orang Indonesia

Siauw Giok Tjhan Orang Indonesia

"Masyarakat Indonesia adalah masyarakat pluralisti..

Rp 95,000

Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki dalam Sejarah Indonesia

Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki dalam Sejarah Indonesia

SUMBANGSIH SIAUW GIOK TJHAN DAN BAPERKI DALAM SEJA..

Rp 35,000

Tags: Siauw Giok Tjhan, Baperki, Tionghoa