0 item(s) - Rp 0
  • Hidup Bagaikan Mengalirnya Sungai

Sebuah sejarah lisan disampaikan dan disusun oleh: Agnes Khoo

 

 

Ini sebuah kisah yang tiada duanya, sebuah sejarah lisan yang disampaikan kepada Agnes Khoo oleh 16 wanita dari Thailand, Malaya dan Singapore, mengenai peranan yang dimainkan oleh wanita selama perang gerilya yang berlangsung 40 tahun di semenanjung Malaya-Thailand. Peperangan itu, yang berakhir pada tahun 1989 dengan dicapainya Perjanjian Perdamaian, Haadyai antara pasukan gerilya dan pemerintah-pemerintah Malaysia dan Thailand, merupakan suatu fase dalam suatu perjuangan anti-penjajahan yang panjang yang dimulai di bawah rezim Inggris dan menjadi semakin kuat selama pendudukan bala-tentara Jepang.

 

Kebanyakan dari wanita itu, baik yang beretnik Cina maupun Malaya, hidup dengan latar-belakang kemiskinan, dan kisah mereka tidak saja menggambarkan kehidupan mereka di dalam hutan, melainkan juga alasan mereka bergabung dengan kaum gerilya itu, dan kesulitan yang mereka alami di dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan baru setelah berakhirnya peperangan itu.

 

Banyak dari kaum veteran itu kini hidup dalam Kampung-kampung Perdamaian di bagian selatan Thailand.

 

 

Agnes Khoo, seorang sosiolog, telah terlibat sebagai seorang peneliti, aktivis dan pekerja NGO dengan banyak isu yang menyangkut gender, perburuhan dan lingkungan hidup. Agnes berbahasa Mandarin dan Inggris, juga berbicara berbagai logat Cina dan juga berbahasa Belanda.

 

 

 

Write a review

Please login or register to review

Hidup Bagaikan Mengalirnya Sungai

  • Penerbit : Hasta Mitra
  • Cetakan : 1, 2007
  • Pengarang:
  • Halaman : 378
  • Dimensi : 14.5 X 21.0 cm
  • ISBN : 978-979-8659-47-8
  • Availability: 10
  • Rp 50,000


Related Products

Akar dan Dalang

Akar dan Dalang

PEMBANTAIAN manusia tak berdosa dan penggulingan B..

Rp 65,000

Tandus

Tandus

  Kumpulan sajak dan cerita pendek pertama S. Ruk..

Rp 55,000

Kejatuhan dan Hati

Kejatuhan dan Hati

Novel Kedjatuhan dan Hati (1950) adalah buku perta..

Rp 40,000

Singapura

Singapura

Sejak Perang Dunia II berakhir, Amerika Serikat da..

Rp 95,000

Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer

Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer

“Penderitaan dan kesusahan yang ditimpakan kepada ..

Rp 35,000

Renungan Seorang Patriot Indonesia

Renungan Seorang Patriot Indonesia

Siauw Giok Tjhan tercatat di dalam sejarah sebagai..

Rp 95,000

Siauw Giok Tjhan dalam Pembangunan Nasion Indonesia

Siauw Giok Tjhan dalam Pembangunan Nasion Indonesia

Siauw Tiong Djin, penulis karya biografi ini adala..

Rp 85,000

Siauw Giok Tjhan Orang Indonesia

Siauw Giok Tjhan Orang Indonesia

"Masyarakat Indonesia adalah masyarakat pluralisti..

Rp 95,000

Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki dalam Sejarah Indonesia

Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki dalam Sejarah Indonesia

SUMBANGSIH SIAUW GIOK TJHAN DAN BAPERKI DALAM SEJA..

Rp 35,000

Tags: sejarah, Malaya, perempuan, Agnes Khoo