(62) 812 245 6452

0 item(s) - Rp 0
  • Puisi-Puisi dari Penjara

Editor: Putu Oka Sukanta, Bilven.
Pengantar: Asep Sambodja, Asahan Aidit.
Esai Penutup: Saut Situmorang.
Desain sampul: Dhany A.
Desain buku: Bilven

 

S. Anantaguna, lahir di Manisrenggo, Jawa Tengah, tahun 1929. Mendirikan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) di Jogjakarta dan pernah menjabat sebagai salah satu pimpinan sekretariat pusat Lekra. Ditahan selama 13 tahun tanpa diadili sejak 1965 sampai 1978. Buku yang sudah ditulis: Kumpulan Puisi Yang Bertanah Air Tidak Bertanah. Karangannya juga dimuat di dalam kumpulan cerita pendek Api 26. Dengan nama Santoso S.P. mendapat hadiah pertama dari PDK tahun 1980 dengan judul “Mewarisi dan Memperbaharui Kebudayaan Nasional”.

 

Membaca puisi-puisi Sabar Anantaguna serasa membaca sebuah novel yang menarik dari awal hingga akhir. Di sela-sela metaforanya yang indah, puisinya yang berirama, terselip banyak filsafat hidup dari seorang penyair yang begitu akrab dengan sel dan jeruji besi yang pernah merampas kebebasannya. Indah dan tragis terbaca dalam sajak-sajak Sabar Anantaguna.
Asahan Aidit, filolog

 

Sajaknya pak Sabar telah menelanjangi ketidakadilan di Indonesia dan juga mengingatkan kita semua jangan melupakan Tragedi Nasional 1965. Saya sarankan agar generasi muda membaca karya pak Sabar untuk mengasah pemikiran demi perjuangan menegakkan keadilan.
Heri Latief, penyair

 

Bung Sabar Anantaguna, penyair senior Lekra perlu diberi selamat, karena pada usianya yang sudah delapan puluhan masih produktif menulis puisi, sebagai bentangan sejarah, dan sering menjadi pembahas buku sastra di beberapa kesempatan. Di kalangan seniman-seniman Lekra puisi-puisi Bung Sabar sering dibahas dan dipergunjingkan oleh yuniornya, yang nakal dan jahil.
Putu Oka Sukanta, Lekra

 

Kalau pemerintahlah yang sebenarnya melakukan “penyelewengan negara besar-besaran” itu, lantas kenapa para sastrawan yang menjadi anggota organisasi seni bernama Lembaga Kebudayaan Rakyat atau Lekra harus dikambing-hitamkan dalam peristiwa “penyelewengan negara besar-besaran” tersebut?
Saut Situmorang, penyair

 

Luar biasa! Saya menempatkan sastrawan-sastrawan Lekra ke tempat yang terhormat kembali. Dalam pandangan saya, posisi mereka sebagai sastrawan senantiasa berada di tengah-tengah rakyatnya. Ada kewajiban bagi sastrawan Lekra untuk benar-benar menyelami dan menghayati penderitaan masyarakat yang ada di lingkungannya dan kemudian mereka mengartikulasikan apa yang dirasakan rakyat melalui karya-karyanya.
Asep Sambodja, pengamat sastra

Write a review

Please login or register to review

Puisi-Puisi dari Penjara

  • Brand: Ultimus
  • Product Code: ULT033
  • Availability: 10
  • Rp 30,000


Related Products

Akar dan Dalang

Akar dan Dalang

Pembantaian Manusia Tak Berdosa dan Penggulingan B..

Rp 65,000

Aku Hadir di Hari Ini

Aku Hadir di Hari Ini

Kumpulan Puisi Hr. Bandaharo.   Editor: Putu Oka..

Rp 35,000

Pelita Keajaiban Dunia

Pelita Keajaiban Dunia

Kumpulan Puisi Nurdiana Jilid 2.   Editor: R. Mi..

Rp 30,000

Gelora Api 26

Gelora Api 26

kumpulan cerpen dan puisi.   Editor: Chalik Hami..

Rp 25,000

Nyanyian dalam Kelam

Nyanyian dalam Kelam

Kumpulan Puisi.   Editor: Putu Oka Sukanta, Bilv..

Rp 20,000

Cerita untuk Nancy

Cerita untuk Nancy

sepilihan puisi.   Editor: Heri Latief, Bilven. ..

Rp 33,000

Jelita Senandung Hidup

Jelita Senandung Hidup

Kumpulan Puisi Nurdiana Jilid 1.   Pengantar: As..

Rp 30,000

Mawar Merah

Mawar Merah

kumpulan puisi.   Pengantar: Asahan Aidit, M.A.,..

Rp 28,000

Angin Burangrang

Angin Burangrang

sajak-sajak petani tua   Editor: Bilven.  Gambar..

Rp 22,000

Asep Sambodja Menulis

Asep Sambodja Menulis

Tentang Sastra Indonesia dan Pengarang-Pengarang L..

Rp 95,000

Menoleh Silam Melirik Esok

Menoleh Silam Melirik Esok

Kumpulan Tulisan JJ. Kusni Editor: Bilven   Desai..

Rp 40,000

Kepada Seniman Universal

Kepada Seniman Universal

Kumpulan Esai Sastra A.S. Dharta   Editor: Budi Se..

Rp 75,000

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia

Pengantar: Jakob Sumardjo   Editor: Bilven   Desai..

Rp 70,000

G30S dan Kejahatan Negara

G30S dan Kejahatan Negara

Penyunting: Siauw Tiong Djin     Desain sampul: He..

Rp 65,000

Berhala Obama dan Sepatu buat Bush

Berhala Obama dan Sepatu buat Bush

Kumpulan Puisi Asep Sambodja..

Rp 30,000

Bertahan Hidup di Pulau Buru

Bertahan Hidup di Pulau Buru

Bertahan Hidup di Pulau Buru © Mars Noersmono   ..

Rp 85,000

Saya Seorang Revolusioner

Saya Seorang Revolusioner

Saya Seorang Revolusioner Memoar Rewang © Joko W..

Rp 65,000

Tags: puisi, sajak, penyair, Lekra, PKI, Tragedi 1965, kejahatan kemanusiaan, tapol, Pulau Buru, Anantaguna