(62) 812 245 6452

0 item(s) - Rp 0
  • Mawar Merah

kumpulan puisi.

 

Pengantar: Asahan Aidit, M.A., Ph.D.
Editor:
Bilven

 

CHALIK HAMID dilahirkan di kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara tanggal 16 Mei 1938. Kedua orang-tuanya adalah petani berasal dari suku Batak. Setelah menamatkan sekolah Taman Dewasa/Taman Siswa di kota Kisaran, pada tahun 1958 ia melanjutkan sekolah ke SMA “Pembaruan” di Medan. Kemudian melanjutkan studi di “Akademi Kesenian” Medan. Dari Medan pindah ke Jakarta untuk meneruskan pendidikan di Akademi Ilmu Soaial “Aliarcham” (AISA).

Pada awal tahun 1965 ia meneruskan studi di negeri kecil Albania, Eropa Timur. Setelah Soeharto merebut kekuasaan dari tangan Presiden Soekarno, Chalik tidak diizinkan kembali ke Indonesia baik di masa Orde Baru fasis Soeharto maupun di masa apa yang dinamakan reformasi. Ia bersama keluarganya terpaksa menjadi orang “kelayaban” di Eropa.

Kini ia menetap di Amsterdam, Holland, dengan kewarganegaraan Belanda karena paspornya dirampas oleh KBRI di zaman orba Soeharto. Hingga kini “pemerintah reformasi” Indonesia belum pernah mengakui perbuatan pelanggaran HAM, atas perampasan paspor warganya yang kini sebagian besar berkeliaran di Eropa dan negeri-negeri lainnya di jagat ini.

Sejak duduk di bangku sekolah Taman Dewasa Kisaran, Chalik sudah sering menulis di majalah Taman Siswa, di ruang kebudayaan harian “Lembaga” Medan, organ Partai Masyumi, satu partai yang legal pada saat itu. Kemudian karyanya banyak dimuat dalam sejumlah penerbitan seperti harian “Jalan Baru”, “Harian Harapan”, harian “Waspada”, harian “Indonesia Baru”, harian “Gotong Royong”, “Harian Patriot” dan harian “Cerdas” di Medan. Selain di surat-kabar, ia juga menulis di beberapa majalah, terutama majalah “ Waktu” Medan. Sedangkan di harian-harian ibukota, Chalik sering menulis di harian “Bintang Timur” dan “Harian Rakyat”. Ia pernah dihargai sebagai pemenang ke II hadiah sastra ruang kebudayaan “Harian Rakyat” Jakarta.

Di samping aktif di bidang kesusastraan, Chalik juga sebagai seorang deklamator dan pemain drama. Beberapa kali ia dihargai sebagai deklamator terbaik Sumatra Utara. Sering tampil membaca puisi dan cerpen di RRI Medan di bawah asuhan Prof. Bakri Siregar dan Sy.Anjasmara. Ketika masih di Medan, sering membawakan peran utama drama, seperti “Si Kabayan” Utuy Tatang Sontani, “Dosa dan Hukuman” Dostojevsky (saduran Bakri Siregar), “Orang-orang Baru dari Banten” Pramoedya Ananta Toer dan drama-drama lainnya. Pementasan ini pada umumnya disutradarai oleh Bakri Siregar, Hr.Bandaharo, Sy.Anjasmara, Aziz Akbar, dan Kamaludin Rangkuty.

Ketika masih belajar di Medan, Chalik pernah menjadi ketua Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI) Sumatra Utara. Kemudian menjadi ketua Lekra cabang Medan dan mendirikan ansambel tari dan nyanyi “Baja Membara”, serta menjadi salah seorang anggota pimpinan Lekra Sumatra Utara.

Di luar negeri ia pernah menjadi redaktur kebudayaan majalah “API” yang terbit di Albania. Bekerja sebagai penerjemah dan penyiar bahasa Indonesia di radio Tirana/Albania. Karya-karyanya sering hadir di majalah-majalah “Arah”, “Kreasi” dan “Arena”. Belakangan ia turut menjadi redaktur majalah “Informasi” milik organisasi “Persaudaraan” Amsterdam. Menjadi salah seorang redaktur majalah kebudayaan “Kreasi” yang diterbitkan oleh Yayasan Sejarah dan Budaya Indonesia (YSBI) di Amsterdam. Sering menulis di berbagai milis internet.

Kumpulan sajaknya yang pertama yang terbit dalam bentuk brosur bernama “Bunga Mawar” terbit di Brussel, pada tahun 1998, dengan editor A. Kohar Ibrahim. Kini Chalik sedang mempersiapkan kumpulan sajak dengan judul “Amsterdam, Kasih Sayang” dan kesan-kesannya selama seperempat abad di Albania “Cabe Rawit"

Write a review

Please login or register to review

Mawar Merah

  • Penerbit : Ultimus
  • Cetakan : 1, Mar 2008
  • Pengarang: Chalik Hamid
  • Halaman : xxii+158
  • Dimensi : 14.0 X 20.0 cm
  • ISBN : 978-979-17174-2-7
  • Availability: 10
  • Rp 28,000


Related Products

Manuskrip Sejarah 45 Tahun PKI

Manuskrip Sejarah 45 Tahun PKI

[1920—1965]   Editor: Bilven. Pengantar: Sumaun ..

Rp 125,000

Akar dan Dalang

Akar dan Dalang

Pembantaian Manusia Tak Berdosa dan Penggulingan B..

Rp 65,000

Aku Hadir di Hari Ini

Aku Hadir di Hari Ini

Kumpulan Puisi Hr. Bandaharo.   Editor: Putu Oka..

Rp 35,000

Pelita Keajaiban Dunia

Pelita Keajaiban Dunia

Kumpulan Puisi Nurdiana Jilid 2.   Editor: R. Mi..

Rp 30,000

Gelora Api 26

Gelora Api 26

kumpulan cerpen dan puisi.   Editor: Chalik Hami..

Rp 25,000

Nyanyian dalam Kelam

Nyanyian dalam Kelam

Kumpulan Puisi.   Editor: Putu Oka Sukanta, Bilv..

Rp 20,000

Puisi-Puisi dari Penjara

Puisi-Puisi dari Penjara

Editor: Putu Oka Sukanta, Bilven. Pengantar: Asep ..

Rp 30,000

Cerita untuk Nancy

Cerita untuk Nancy

sepilihan puisi.   Editor: Heri Latief, Bilven. ..

Rp 33,000

Jelita Senandung Hidup

Jelita Senandung Hidup

Kumpulan Puisi Nurdiana Jilid 1.   Pengantar: As..

Rp 30,000

Tags: puisi, sajak, penyair, Lekra, PKI, Tragedi 1965, kejahatan kemanusiaan, eksil, Chalik Hamid