0 item(s) - Rp 0
  • Sehampar Kabut

DALAM buku ini ada seratus judul sajak yang ditulis dalam rentang waktu 1986-2005, yang dibagi dalam empat subjudul. Masing-masing “Jalan Setapak” (1986-1990), “Di Sudut Waktu” (1995-1999), “Kisah Malam” (2000-2002), dan “Wasiat Ular Hitam” (2003-2005). 

 

Sebagian sajak yang terdapat dalam kumpulan ini pernah dipublikasikan di media massa cetak, seperti koran dan majalah. Sebagian lagi dalam bentuk buku. Sebagian besar belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun. 

 

Kumpulan sajak ini diberi judul Sehampar Kabut. Ia merupakan saudara kandung dari kumpulan sajak Soni Farid Maulana sebelumnya, yakni, Secangkir Teh yang diterbitkan oleh PT Grasindo, Jakarta, pada 2005. Antara Secangkir Teh dan Sehampar Kabut secara esensial ada benang merah yang sama, yakni cinta, yang tiada bosan-bosannya didalami penulisnya, entah dari sisi yang paling membahagiakan maupun dari sisi yang paling kelam dalam kehidupan yang ditempuhnya selama ini. 

 

 

SONI FARID MAULANA lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 19 Februari 1962 dari pasangan R. Sarah Solihati dan R.Yuyu Yuhana Sulaeman. Kumpulan puisinya yang sudah terbit antara lain, Variasi Parijs van Java (Kiblat, 2004), Tepi Waktu Tepi Salju (Kelir, 2004), Selepas Kata (Latifah, 2004-2005), dan Secangkir Teh (Grasindo, 2005).

Sejumlah puisi yang ditulisnya diterjemahkan oleh Prof. Dr. A. Teeuw dan Linde Voute ke dalam bahasa Belanda. Dr. Berthold Damshäuser menerjemahkannya ke dalam bahasa Jerman. Nikmah Sardjono, Ian Campbell, dan Nukila Amal menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris.

Sebagai penyair, ia berkali-kali diundang untuk mengikuti acara baca puisi baik di dalam maupun di luar negeri. Beberapa forum yang pernah diikutinya, antara lain South East Asian Writers Conference IV di Queezon City, Filipina (1990), Festival de Winternachten di Den Haag, Belanda (1999), Puisi Internasional Indonesia di Bandung (2002), International Literary Biennale 2005: Living Together di Bandung (2005), dan beberapa acara puisi lainnya, yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

 

 

 

Write a review

Please login or register to review

Sehampar Kabut

  • Penerbit : Ultimus
  • Cetakan : 1, Apr 2006
  • Pengarang: Soni Farid Maulana
  • Halaman : xii+126
  • Dimensi : 14.0 X 20.0 cm
  • ISBN : 979-99560-3-X
  • Availability: 10
  • Rp 23,500


Related Products

Ruang Sunyi

Ruang Sunyi

Berbeda dengan sajak-sajak pada buku sebelumnya, I..

Rp 25,000

Menembus Batas Cakrawala

Menembus Batas Cakrawala

  Keberadaan berbagai komponen lingkungan yang me..

Rp 35,000

Mengukir Sisa Hujan

Mengukir Sisa Hujan

Saya mengenal Soni Farid Maulana sejak dia masih S..

Rp 30,000

Isi Otakku

Isi Otakku

OPIK yang memiliki nama asli Taufik Hidayat dilahi..

Rp 25,000

Semua Telah Berubah, Tuan

Semua Telah Berubah, Tuan

DUNIA yang dihadapi penyair kini adalah dunia yang..

Rp 49,000

Angsana

Angsana

SONI FARID MAULANA dilahirkan 19 Februari 1962 di ..

Rp 17,500

50% Merdeka

50% Merdeka

  Saya menemukan karakter seorang pemberontak yan..

Rp 30,000

Kepada Penyair Anjing

Kepada Penyair Anjing

Matdon adalah penyair pengembara yang ketika kemba..

Rp 17,000

Tags: puisi, Bandung, Soni Farid Maulana