(62) 812 245 6452

0 item(s) - Rp 0
  • Semua Telah Berubah, Tuan

Dua Kumpulan Puisi.

 

Prolog: Yasraf Amir Piliang.
Epilog: Afrizal Malna.
Editor:
Bilven.

 

DUNIA yang dihadapi penyair kini adalah dunia yang di dalamnya “hati nurani sudah membeku”, yang di dalamnya kekuasaan penuh kepentingan, politik penuh kebohongan, sebuah dunia simulacrum, yang di dalamnya dusta selalu dinanti-nanti, kepalsuan menjadi santapan sehari-hari, manipulasi menjadi penghias dinding kehidupan. Dunia masa kini yang dihadapi penyair adalah sebuah “dunia tak-otentik” (inauthentic world), yang di dalamnya kepalsuan menjadi “kebenaran umum”, dusta menjadi “tiang kebijaksanaan”, manipulasi menjadi “etika publik”. Di dalam dunia ironi itu, orang yang “dipercaya” (truste) adalah para pendusta, orang yang dipuja adalah para penjahat, orang yang “disanjung” adalah para pemalsu. Di dalam dunia ironi itu, sangat sulit menemukan “kebenaran sejati”. Bahkan, sebagaimana diratapi oleh penyair, diri sendiri pun kini tidak dapat lagi dipercaya, dorongan hasrat diri pun kini perlu dicurigai.
Yasraf Amir Piliang pada Prolog: "Puisi dalam Ironi Dunia"

KESEDERHANAAN puisi-puisi Juniarso hampir tidak membuat gerak, melainkan membuat wujud. Waktu dan ruang tercipta dari pemindahan wujud satu ke wujud lainnya, dan bukannya melalui gerak. Puisi-puisinya bermain dengan wujud sebagai jejak, bukan dengan gerak. Ruang dan waktu tampak terhitung cermat lewat bangunan tiga atau dua patah-kata, tidak lebih. Kadang jejak-jejak itu hadir dengan tajam dan sangat tajam melalui lompatan ke wilayah imaji yang lain yang dilakukan dengan mendadak. Lompatan ini tampaknya untuk menyampaikan pesan yang juga berfungsi sebagai katarsis, dan pembaca ikut terbanting dalam lompatan ini. Efek terbanting mungkin untuk terjadi secara mendadak, karena memang puisi tidak dibangun lewat gerak, melainkan lewat perpindahan wujud atau imaji.
Afrizal Malna pada Epilog: "Biografi Puisi Juniarso Ridwan dan 'Pertigaan In-Out'"

Write a review

Please login or register to review

Semua Telah Berubah, Tuan

  • Penerbit : Ultimus
  • Cetakan : 1, Feb 2006
  • Pengarang: Juniarso Ridwan
  • Halaman : xxxvi+225
  • Dimensi : 14.5 X 21.0 cm
  • ISBN : 979-99560-2-1
  • Availability: 10
  • Rp 49,000


Related Products

Ruang Sunyi

Ruang Sunyi

Antologi Puisi Dua Penyair.   Editor: Soni Fari..

Rp 25,000

Menembus Batas Cakrawala

Menembus Batas Cakrawala

Untaian Tali Hati 66 Puisi & Titipan Karya Ran..

Rp 35,000

Mengukir Sisa Hujan

Mengukir Sisa Hujan

sajak-sajak 2007-2010.   Desain sampul dan isi: ..

Rp 30,000

Isi Otakku

Isi Otakku

Kumpulan Puisi Opik.   Editor: Soni Farid Maulan..

Rp 25,000

Mendaki Kantung Matamu

Mendaki Kantung Matamu

Pengantar: Prof. Jakob Sumardjo. Gambar & desa..

Rp 20,000

Sehampar Kabut

Sehampar Kabut

seratus sajak cinta 1986—2005.   Editor: Bilven..

Rp 23,500

Angsana

Angsana

sepilihan puisi 2000—2006.   Editor: Bilven. ..

Rp 17,500

50% Merdeka

50% Merdeka

kumpulan puisi.   Pengantar: Eep Saefulloh Fata..

Rp 30,000

Kepada Penyair Anjing

Kepada Penyair Anjing

kumpulan puisi.   Pengantar: Dr. Acep Iwan Said..

Rp 17,000

Patah

Patah

kumpulan puisi.   Editor: Hawe Setiawan. Naska..

Rp 24,500

Tags: puisi, sajak, Juniarso Ridwan