0 item(s) - Rp 0
  • Semua Telah Berubah, Tuan

DUNIA yang dihadapi penyair kini adalah dunia yang di dalamnya “hati nurani sudah membeku”, yang di dalamnya kekuasaan penuh kepentingan, politik penuh kebohongan, sebuah dunia simulacrum, yang di dalamnya dusta selalu dinanti-nanti, kepalsuan menjadi santapan sehari-hari, manipulasi menjadi penghias dinding kehidupan. Dunia masa kini yang dihadapi penyair adalah sebuah “dunia tak-otentik” (inauthentic world), yang di dalamnya kepalsuan menjadi “kebenaran umum”, dusta menjadi “tiang kebijaksanaan”, manipulasi menjadi “etika publik”. Di dalam dunia ironi itu, orang yang “dipercaya” (truste) adalah para pendusta, orang yang dipuja adalah para penjahat, orang yang “disanjung” adalah para pemalsu. Di dalam dunia ironi itu, sangat sulit menemukan “kebenaran sejati”. Bahkan, sebagaimana diratapi oleh penyair, diri sendiri pun kini tidak dapat lagi dipercaya, dorongan hasrat diri pun kini perlu dicurigai.
Yasraf Amir Piliang pada Prolog: "Puisi dalam Ironi Dunia"

KESEDERHANAAN puisi-puisi Juniarso hampir tidak membuat gerak, melainkan membuat wujud. Waktu dan ruang tercipta dari pemindahan wujud satu ke wujud lainnya, dan bukannya melalui gerak. Puisi-puisinya bermain dengan wujud sebagai jejak, bukan dengan gerak. Ruang dan waktu tampak terhitung cermat lewat bangunan tiga atau dua patah-kata, tidak lebih. Kadang jejak-jejak itu hadir dengan tajam dan sangat tajam melalui lompatan ke wilayah imaji yang lain yang dilakukan dengan mendadak. Lompatan ini tampaknya untuk menyampaikan pesan yang juga berfungsi sebagai katarsis, dan pembaca ikut terbanting dalam lompatan ini. Efek terbanting mungkin untuk terjadi secara mendadak, karena memang puisi tidak dibangun lewat gerak, melainkan lewat perpindahan wujud atau imaji.
Afrizal Malna pada Epilog: "Biografi Puisi Juniarso Ridwan dan 'Pertigaan In-Out'"

 

 

 

Write a review

Please login or register to review

Semua Telah Berubah, Tuan

  • Penerbit : Ultimus
  • Cetakan : 1, Feb 2006
  • Pengarang: Juniarso Ridwan
  • Halaman : xxxvi+225
  • Dimensi : 14.5 X 21.0 cm
  • ISBN : 979-99560-2-1
  • Availability: 10
  • Rp 49,000


Related Products

Menembus Batas Cakrawala

Menembus Batas Cakrawala

  Keberadaan berbagai komponen lingkungan yang me..

Rp 35,000

Mengukir Sisa Hujan

Mengukir Sisa Hujan

Saya mengenal Soni Farid Maulana sejak dia masih S..

Rp 30,000

Mendaki Kantung Matamu

Mendaki Kantung Matamu

Puisi-puisi Bode Riswandi tampak hendak membangun ..

Rp 20,000

Sehampar Kabut

Sehampar Kabut

DALAM buku ini ada seratus judul sajak yang dituli..

Rp 23,500

Angsana

Angsana

SONI FARID MAULANA dilahirkan 19 Februari 1962 di ..

Rp 17,500

50% Merdeka

50% Merdeka

  Saya menemukan karakter seorang pemberontak yan..

Rp 30,000

Kepada Penyair Anjing

Kepada Penyair Anjing

Matdon adalah penyair pengembara yang ketika kemba..

Rp 17,000

Patah

Patah

Di tengah ruang-ruang yang makin tak gratis dan pu..

Rp 24,500

Tags: puisi, Bandung, Juniarso Ridwan