0 item(s) - Rp 0
  • 50% Merdeka

 

Saya menemukan karakter seorang pemberontak yang penuh empati itu pada Heri. Puisi-puisinya menggarisbawahi karakter ini dengan kental. Ia memberontak pada kapitalisme yang menurutnya hanya menghasilkan penghisapan dan eksploitasi rakyat. Ia mencela elite politik yang hanya memenuhi syahwat kekuasaan yang sempit berjangka pendek. Ia kecam praktik kekuasaan yang menindas.
Eep Saefulloh Fatah

Sajak-sajak Heri Latief adalah sajak-sajak hujatan, dakwaan, gugatan terhadap musuh-musuh rakyat yang dibelanya. Barangsiapa yang kecanduan metafora dalam membaca sajak-sajak, maka dia tidak akan menemukan kegemarannya dalam sajak-sajak Heri Latief. Tapi barangsiapa yang tidak puas menyaksikan dan merasakan keadaan realitas Indonesia sekarang ini, maka dia akan cepat bersalaman dengan Heri Latief.
Asahan Aidit, M.A., Ph.D.

Write a review

Please login or register to review

50% Merdeka

  • Penerbit : Ultimus
  • Cetakan : 1, 2008
  • Pengarang: Heri Latief
  • Halaman : xxii+86
  • Dimensi : 14.0 X 20.0 cm
  • ISBN : 978-979-17174-9-6
  • Availability: 5
  • Rp 30,000


Related Products

Mengukir Sisa Hujan

Mengukir Sisa Hujan

Saya mengenal Soni Farid Maulana sejak dia masih S..

Rp 30,000

Pelita Keajaiban Dunia

Pelita Keajaiban Dunia

Nurdiana adalah nama pena dari Suar Suroso, buku k..

Rp 30,000

Sehampar Kabut

Sehampar Kabut

DALAM buku ini ada seratus judul sajak yang dituli..

Rp 23,500

Semua Telah Berubah, Tuan

Semua Telah Berubah, Tuan

DUNIA yang dihadapi penyair kini adalah dunia yang..

Rp 49,000

Angsana

Angsana

SONI FARID MAULANA dilahirkan 19 Februari 1962 di ..

Rp 17,500

Cerita untuk Nancy

Cerita untuk Nancy

Puisi-puisi Mawie keren banget, menghadirkan aura ..

Rp 33,000

Jelita Senandung Hidup

Jelita Senandung Hidup

Irama puisi lama, pengaruh Pujangga Baru, dan kada..

Rp 30,000

Kepada Penyair Anjing

Kepada Penyair Anjing

Matdon adalah penyair pengembara yang ketika kemba..

Rp 17,000

Patah

Patah

Di tengah ruang-ruang yang makin tak gratis dan pu..

Rp 24,500

Tags: puisi, Heri Latief